Opini

Polrileak.Txt : Bocor atau Keterbukaan?

Aisyah Isyana - 21/11/2021 12:45

BeritaCenter.com - Tulisan ini tidak membahas soal dugaan kejahatan siber yang menimpa Polri sebagai akibat terbitnya dokuman polrileak.txt .

Heboh beredarnya dokumen polrileak.txt yang diduga berisi sejumlah ribuan pelanggaran anggota Polri, justru menginspirasi beberapa pertanyaan berikut ini:

Apakah sesungguhnya Data Pelanggaran Anggota Polri itu sifatnya rahasia?

Kenapa harus bersifat rahasia?

Bukankah seluruh penanganan pelanggatan dibiayai oleh Anggaran dari Negara?

Bukankah keterbukaan terhadap kasus pelanggaran dalam data internal Polri dapat menjadikan evaluasi perbaikan menjadi lebih mudah?

Bukankah keterbukaan data pelanggaran anggota Polri dapat menunjukan rekam jejak dan menghilangkan stigma dosa tidak berampun, krn anggota Polri juga hanya manusia?

Bukankah keterbukaan data pelanggaran anggota Polri juga dapat menunjukan siapa yg tidak diproses krn alasan tertentu, atau bahkan siapa yg seharusnya tidak diproses tetapi ternyata diproses krn kepentingan tertentu, juga bahkan dapat menunjukan jika ada Unfair Process (Trial) terhadap anggota Polri yg diduga melakukan pelanggaran?

Keterbukaan data pelanggaran tersebut, bukankah justru akan membuka tabir bahwa dibalik pelanggaran sangat bisa terjadi karena ada penyebab dibelakangnya dan tidak berdiri sendiri?

Bukankah penanganan internal pelanggaran anggota Polri juga harus memenuhi kaidah keterbukaan seperti yang berlaku pd sistem peradilan di Indonesia, bahkan seharusnya bukan hanya konteks internal Polri tetapi juga internal TNI, ASN dan PNS?

Ketika peradilan melalui website data terpadu MA dapat mencuplik putusan putusan yang ada, ketika website Pengadilan dapat menginformasikan tahapan proses persidangan, mengapa urusan persidangan dalam lingkup internal lembaga seperti Polri, TNI, ASN, PNS tidak terbuka untuk umum dengan beberapa kekecualian seperti misalnya perkara terkait anak dan kesusilaan?

Keterbukaan data pelanggaran juga dapat menguak jika terjadi pelanggaran asas praduga tidak bersalah bagi anggota Polri yg diduga melanggar, atau bahkan mungkin ada penanganan yang tebang-pilih, atau mungkin ada yang tajam kedalam tumpul keluar hingga tajam kebawahan tumpul keatasan?

Data pelanggaran yang katanya “bocor” itu berasal dari data pada jajaran mana, Propamkah, SSDMkah atau Itwaskah?

Sekali lagi, apakah data pelanggaran anggota Polri itu adalah bersifat rahasia dan/atau dikecualikan dalam keterbukaan publik?

Ini bukan soal Rahasia, Aib atau Bocor. Ini adalah sudut pandang lain agar mempercepat terbangunnya empati, objektivitas, dan fairness dalam menilai sebuah pelanggaran anggota Polri, setidaknya dalam ruang lingkup internal Polri itu sendiri.

Semoga semua lebih revolusionir terkuak dan terbuka bagi percepatan perbaikan transparansi berkeadilan dan reformasi Polri.

Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin

Mendung di Kota Hujan Pagi Hari

 

Andrea H Poeloengan
-Indonesianis
-Mantan Komisioner Kompolnas 2016-2020

TAG TERKAIT :
POLRI Kompolnas Andrea H Poeloengan Kejahatan Siber

Berita Lainnya

Social Toxic

Opini 13/01/2022 14:30