Politik

Alasan Koruptor Perlu Dihukum Mati, Jaksa Agung: Penjahat Kemanusiaan dan Musuh yang Harus Ditumpas

Lukman Salasi - 25/11/2021 15:10
Jaksa Agung ST Burhanuddin

BeritaCenter.COM - Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa koruptor adalah penjahat kemanusia yang perlu ditumpas. Atas dasar inilah, hukuman mati bagi koruptor mungkin bisa diterapkan.

Hal itu disampaikan Burhanuddin dalam webinar bertajuk 'Efektivitas Penerapan Hukuman Mati terhadap Koruptor Kelas Kakap' yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Official Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Kamis (25/11/2021).

"Ingat, koruptor adalah penjahat kemanusiaan dan musuh kita bersama yang harus kita tumpas. Jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan atau kontra terhadap hukuman mati, harus ada batu uji yang mencakup ideologi konstitusi teori hukum, norma hukum, efikasi masyarakat," kata Burhanuddin.

"Saya menilai masyarakat masih memandang perlu adanya pidana mati bagi koruptor sebagai perlindungan HAM dan memenuhi harapan keadilan masyarakat. Semakin tinggi kualitas kejahatan, semakin tinggi juga kualitas disharmonisasi sosialnya yang ditimbulkan pada masyarakat," katanya.

Menurutnya, kajian hukuman mati bagi kasus korupsi dilatarbelakangi banyaknya kasus korupsi yang makin merajalela. Ia menilai belum ada efek jera yang mengena ke masyarakat dengan adanya hukuman saat ini.

"Saya menegaskan kembali bahwa gagasan untuk menghukum mati koruptor adalah bentuk manifestasi kegalauan pemberantasan tindak pidana korupsi, mengapa ribuan sudah diungkap dan ribuan pelaku korupsi telah ditindak, tapi justru kualitas dan tingkat kerugian negara justru semakin meningkat," ucap Burhanuddin.

"Suatu hal yang perlu kita renungkan bersama adalah bahwa ternyata efek jera hanya mengena para terpidana untuk tidak mengulangi kejahatan. Efek jera ini belum sampai ke masyarakat karena koruptor silih berganti dan tumbuh di mana-mana," imbuhnya.

TAG TERKAIT :
Jaksa agung Hukuman mati Berita Center Koruptor ST Burhanuddin Penjahat Kemanusiaan Musuh Bersama

Berita Lainnya