Teknologi

NASA Sukses Luncurkan Misi 'DART' Halau Asteroid Cegah Kehancuran Bumi

Aisyah Isyana - 25/11/2021 17:11
Ilustrasi Asteroid dan Bumi

Beritacenter.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses meluncurkan misi 'Double Asteroid Redirection Test (DART). Nantinya, pesawat ruang angkasa yang digunakan untuk misi ini bakal menjajal teknologi menghajar asteroid berbahaya yang berpotensi menghantam Bumi.

Nantinya, persawat ruang angkasa ini akan menabrak objek yang disebut Dimorphos, guna melihat seberapa beser kecepatannya dan jalur yang dapat diubah setelah ditabrak. Dimana potensi kehancuran seluruh Bumi bisa saja terjadi, jika ada bongkahan puing kosmik berukuran ratusan meter yang menghantam Bumi, seperti dilansir BBC.

Peluncuran misi ini dilakukan oleh roket Falcon 9 yang digunakan untuk membawa pesawat ruang angkasa 'DART', dari Vandenberg Space Force Base di California, Amerika Serikat, sekira pukul 06.20 waktu setempat, Rabu (24/11).

Peluncuran misi DART ini dilakukan sebagai upaya pertama manusia guna membelokkan asteroid berbahaya yang suatu saat mengarah ke Bumi, dengan tujuan mempelajari cara melindungi Bumi. Meski sejatinya asteroid Khusus tak akan menimbulkan ancaman.

"DART hanya akan mengubah periode orbit Dimorphos dalam jumlah kecil. Dan hanya itu yang diperlukan jika asteroid ditemukan jauh sebelumnya. Kita belum keluar dari masalah, kita harus keluar ke Dimorphos. Meski demikian, ini adalah langkah besar," jelas Kelly Fast dari kantor koordinasi pertahanan planet NASA.

Asteroid merupakan sisa penyusun Tata Surya, dimana jalur baturuang angkasa yang mengelilingi Matahari, mungkin saja melintasi Bumi. Meski sangat jarang terjadi, kedua objek berpotongan pada saat yang sama berpotensi mengakibatkan tabrakan terjadi.

Untuk itu, misi DART senilai USD 325 juta ini bakal menargetkan sepasang asteroid yang mengorbit dekat satu sama lain, atau dikenal sebagai Biner. Dimana yang lebih besar dari dua objek itu disebut Didymos, dengan ukuran lebih 780 meter, sementara pendampingnya yang lebih kecil, Dimorphos, dengan lebar sekitar 160 meter.

Sebagai contoh, jika objek seukuran Dimorphos bisa meledak dengan energi berkali-kali lipat dari bom nuklir biasa. Dimana daya ledakknya dapat menghancurkan daerah berpenduduk dan mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa. Sementara asteroid dengan diameter 300 meter dan lebih besar, dapat mengakibatkan kehancuran seluruh benua. Kemudian, jika lebih besar dari 1 Km, dapat berdampak kerusakan di seluruh Bumi.

TAG TERKAIT :
Nasa Bumi Asteroid Luar angkasa Antariksa DART Asteroid Hantam Bumi

Berita Lainnya