Opini

Indonesia Menjadi Super Power Baru Ditengah Persaingan Asia Pasifik

Indah Pratiwi - 03/01/2022 07:45
Ditulis Oleh : Tito Gatsu

Jokowi Belum ada duanya Siapa lagi jika bukan karena pengaruh Jokowi negara – negara Super Power di dunia menjadi bertekuk lutut kepada Indonesia karena sikap sinkretis Jokowi yang rendah hati dan mudah diajak berdialog tetapi tidak mudah menjual harga diri bangsanya. Jika kita lihat sikap beberapa Presiden Indonesia memang harus diakui Jokowi lah yang paling tepat memimpin negara-negara di Dunia karena kerendahan hatinya , mau kompromi tapi tetap bersifat non blok dan berpihak kepada kedaulatan rakyat. Coba kita bandingkan dengan Bung Karno yang terkesan militan sehingga menjadi sasaran tembak untuk menjatuhkannya atau Suharto dan SBY yang jelas jelas berpihak kepada Amerika Serikat, tapi cuma Jokowi yang mampu membuat negara- negara super power di dunia bertekuk lutut dan berusaha berlomba-lomba untuk merangkulnya.


Pertarungan Antar Raksasa Ekonomi Seperti kita ketahui Amerika serikat memiliki 1001 cara untuk menghalangi kebangkitan Tiongkok sebagai kandidat untuk mengantikan AS sebagai negara paling berpengaruh didunia global,Adi kuasa. Untuk menekan Tiongkok dikawasan indo Pasifik, pada tgl 15 September 2021 yg lalu AS membuat kesepakatan Trilateral dengan Inggris dan Australia. Didalam perjanjian kerja sama tersebut AS dan Inggris akan mengalihkan teknologi senjata nuklir kepada Australia dengan membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir. Kesepakatan trilateral tsb membuat Perancis meradang,karena secara sepihak Australia mengakhiri kontrak yg bernilai 66 miliiar USD untuk membangun 12 unit kapal selam bertenaga diesel -listrik konvensional.

Perancis langsung mengambil tindakan diplomatik dengan menarik kedutaan nya dari AS dan Australia dan disamping itu Aukus juga ditentang oleh negara2 Eropa yg tergabung dalam NATO,dan masyarakat Australia sendiri yg juga menentang Aukus dengan melakukan aksi protes secara besar2an. Indonesia mengambil keuntungan Hal tersebut dimanfaatkan Indonesia dengan melalui Menhan Prabowo Subianto Naval Group, galangan Prancis pembuat kapal selam hingga kapal perang dari Prancis yang sudah mendatangi kantor Kementerian Pertahanan Indonesia beberapa waktu lalu. Dikutip dari @kemhanri, Dubes Prancis untuk Indonesia dan delegasi Naval Group pada Jumat 10 Desember 2021 lalu menemui Menhan Prabowo.

Kunjungan Naval Group ini untuk memperkuat alutsista TNI serta memajukan kapasitas industri pertahanan Indonesia dan bukan itu saja Perancis bersedia membangun industri pertahanan Indonesia guna memperkuat posisi Indonesia dalam kebijaksanaan Tol.laut dan kawasan Indo Pasifik. Sedangkan pemerintah Tiongkok mengecam Australia habis habisan atas pembentukan aliansi AUKUS,karena dengan dalih ada ancaman yg tumbuh dari Beijing, salah satu kesepakatan nya dalam aliansi adalah berbagi teknologi kapal selam bertenaga nuklir. Akibat kemarahan Beijing kepada Australia maka Tiongkok melakukan embargo ekonomi kepada Australia ,inilah yg membuat serikat buruh dan masyarakat Australia melakukan aksi besar2an menolak pakta kapal selam nuklir. Serikat buruh dan masyarakat Australia ogah berperang melawan Tiongkok, mereka meminta PM Australia Scott Morrison untuk membatalkan kesepakatan sembrono yg dicapai antara AS,Inggris dan Australia.

Sedangkan pakar hubungan internasional Victor Gao di Beijing, mengatakan dan memperigati bahwa Canberra tidak berotak dan hanya mengandalkan otot,sebab Australia dikemudian hari akan menjadi target perang nuklir. Dan kesepakatan perjanjian AUKUS juga melanggar perjanjian Non Proliferasi nuklir yg disepakati 170 negara dan ditanda tangani pada 1 Juli 1968 di New York dan mulai berlaku 5 Maret 1970 sesudah diratifikasi oleh Inggris, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Sehingga kesepakatan perjanjian AUKUS adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional, namun bagi AS dan Inggris menjadi tidak berarti serta tidak bermasalah, karena mereka sudah terlalu biasa untuk melanggar hukum internasional yg sudah disepakati bersama.

Sebab AS dan Inggris adalah negara yg berada diatas hukum Internasional yg dapat melakukan apa saja yg mereka suka dan menguntungkan mereka, sebagai bajingan pengacau, provokator yg membahayakan perdamaian dunia dan peradapan manusia, karena berkelakuan seperti Preman kampung. Indonesia bisa keluar dari masalah menjadi manfaat RI menjadi negara yg paling terdampak dengan aliansi AUKUS, karena posisi RI ada ditengah tengah pertarungan antara Tiongkok dengan aliansi AUKUS didekat Laut China Selatan yg merupakan lalu lintas kapal selam bertenaga Nuklir milik Australia.

Pastinya Tiongkok tidak akan berdiam dengan berdiri nya AUKUS yg merupakan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas kawasan regional indo pasifik,oleh karena nya rudal balistik antar benua DONG FENG 41dan DF 21-26 yg diciptakan untuk spesial menghancurkan kapal selam pasti terarah ke Australia dengan melewati RI. Dampak dari aliansi AUKUS dapat menguncang stabilitas dikawasan Asia Pasifik secara nyata,untuk itu RI harus berinisiatif menggalang kekuatan bersama dengan anggota Asean lainnya, inilah peran strategis yg dapat dimainkan RI. Presiden Jokowi bersama anggota Asean lainnya melakukan sidang khusus untuk menentabg AUKUS dan menggandeng Perancis dan Tiongkok untuk membawa issu ini dalam sidang Dewan keamanan perserikatan Bangsa Bangsa.

RI bersama Asean harus mendekatkan diri ketiongkok karena Tiongkok sebagai pesaing AS yg menentang rencana pembuatan kapal selam bertenaga Nuklir, sehingga memiliki garis kebijakan yg sama. Kedekatan dengan Tiongkok bersama RI dan Asean secara eksplisit diharapkan dapat memicu kekuatiran AS dan diyakini dapat menghentikan rencana pembangunan dan kesepakatan AUKUS,dengan tetap menjaga garis batas netralitas sebagai negara Non blok. Indonesia tentunya tidak akan mengorbankan kerja sama ekonomi yg menggiurkan dengan toongkok ,dan tidak ingin kehilangan momemtum.

Pemerintah RI dan Asean tentunya ingin segera pulih dari krisis pasca pandemi covid 19,ini adalah momemtum untuk lebih mempererat hubungan kerja sama ekonomi untuk dapat keluar dari krisis dengan dukungan penuh dari Tiongkok. AS dan Inggris kemudian menganggap RI dan Asean semakin dekat dengan Tiongkok,dan tidak akan bersikap tegas untuk melawan Tiongkok,maka akan mengurungkan niat nya untuk mengacaukan indo Pasifik dengan membatalkan kerja sama kesepakatan AUKUS. Inilah peran strategis RI dalam geopolitik dikawasan indo Pasifik untuk dapat dimanfaatkan dengan mendapatkan keuntungan,dan tetap menjaga garis batas netralitas dengan menyerukan semua pihak untuk menahan dirin dan keuntungan untuk memperkuat Indonesia menjadi superpower baru dalam Geopolitik Indo Pasifik secara terwujud agar tidak apalagi ketergantungan kepada salah satu negara superpower itu hingga ramai – ramai mensupport Indonesia menjadi kekuatan ekonomi yang baru.

Keahlian dalam diplomasi tersebut apakah kebetulan? Saya rasa semua orang bisa menilai, belum pernah ada Presiden Indonesia yang mampu mendikte raksasa ekonomi dunia kecuali Jokowi. Jadi pertahankan terus Jokowi untuk memimpin Indonesia tidak salah gagasan Jokowi 3 periode. Salam Kedaulatan Rakyat,

Sumber : Status Facebook Tito Gatsu

TAG TERKAIT :
Indonesia NKRI Harga Mati

Berita Lainnya

Menjaga NKRI

Opini 12/05/2022 14:05

Warisan Jokowi

Opini 07/04/2022 17:10