Peristiwa

Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri Disaksikan Dua Orang Anaknya di Depok

Rahman Hasibuan - 17/01/2022 20:40
ilustrasi

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga berinisal LD (35) tewas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah mereka, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (17/1/2022) pagi. Parahnya lagi, tewasnya ibu rumah tangga itu disaksikan oleh kedua anaknya RD (10) dan RF (4).

Kasubag Humas Polresto Depok, Kompol Supriyadi membenarkan bahwa adanya kasus ibu rumah tangga nekat mengakhiri hidupnya.

“Sekitar pukul 09.00 WIB, anak korban melihat ibunya melilitkan tali dilehernya,” ungkapnya.

Baca Juga :

BREAKING NEWS !! Update Covid -19 di Indonesia 17 Januari 2022

Tulis Surat dari Tahanan, Ferdinand Hutahaean Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

#UpdatePeringatanCuaca NTT Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat Disejumlah Wilayah...

Setelah melihat ibunya, RD dan RF segera berlari ke rumah bibinya di daerah Tugu Macan, Desa Raga Jaya, Kecamatan Bojonggede.

Sekitar pukul 11.27 WIB, keduanya tiba di rumah sang bibi lalu menceritakan keadaan ibunya yang seperti hendak bunuh diri.

“Saksi 1 (bibi anak-anak korban) selanjutnya menghubungi suami korban yang saat itu sedang bekerja,” beber Supriyadi.

Setelah dihubungi, suami korban langsung menuju ke rumah dan menemukan korban tergantung di kusen pintu kamar.

Dia pun segera melaporkan keadaan ini ke warga sekitar dan Bhabinkamtibmas. “Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” tukas Supriyadi.

Menurut Supriyadi, korban masih membuatkan kopi untuk suaminya yang hendak berangkat kerja. Saat ditinggal kerja, korban di rumah bersama 2 anaknya.

“Dalam beberapa hari kebelakang, korban tidak ada permasalahan apapun baik dengan Suami Korban maupun lingkungannya,” beber Supriyadi.

Berdasarakan hasil identifikasi yang dilakukan tim dari Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Karena itu, mereka membuat surat pernyataan yang meminta agar korban tidak perlu dilakukan visum lanjutan.

 

Berita Lainnya