Opini

Jangan Belajar Agama dari Youtube

Indah Pratiwi - 20/01/2022 19:47
Ditulis Oleh : Ahmad Sarwat

Internet sebenarnya termasuk barang baru buat kita. Sesungguhnya kita semua masih asing dengan isinya, karena itu perlu kecermatan biar tidak jadi korbannya.Salah satu bahaya internet kita sangat rentan kena tipu dan dibohongin orang. Asal tahu aja bahwa di internet itu banyak orang yang suka pura-pura jadi orang lain. Pura-pura jualan online, padahal tipu-tipu. Pura-pura jadi dokter padahal bukan dokter. Pura-pura jadi ahli bangunan padahal bukan. Dan pura-pura jadi ahli ilmu agama, padahal nggak ngerti apa-apa. Itulah kenapa sering kita dengar nasehat : ‘Jangan belajar agama dari YouTube’.

Sebenarnya larangan itu gara-gara banyak orang upload ceramah agama di YouTube, tapi mohon maaf, ternyata dia bukan ahli agama. Sebenarnya tidak usah sampai YouTube, di dunia nyata saja pun banyak yang bukan ahli agama tapi kepedean lalu tampil naik mimbar dan ceramah, seolah dia ahli ilmu agama betulan, padahal hanya aksi panggung. Di TV misalnya, alasan pemilihan nara sumber jelas bukan karena faktor ilmunya. Tapi pertimbangan satu-satunya adalah daya dongkrak jumlah penonton alias rating. Jangan lupa bahwa pemilik TV tetap saja pedagang.

Di tangannya ada banyak modal orang yang dibenamkan. Bisnis TV itu bisnis milyaran bahkan trilyunan. Bukan kelas jualan pecel dan kerak telor.Harus jelas hitung-hitungan modal, omset dan keuntungannya. TV itu bukan lembaga bantuan sosial. Bukan juga team bantuan korban bencana alam. Maka rumus suatu program acara itu harus jelas, yaitu yang nonton kudu banyak. Terserah yang ceramah itu mau badut, pelawak, artis, motivator, muallaf, kalau perlu teroris pun bisa dipakai. Yang penting mendatangkan masa.

Adapun urusan ilmu itu nomor 358. Nggak penting dan nggak harus benar. Bagaimana dengan youtuber?Dan aqidah para youtuber satu manhaj dengan aqidah para youtuber. Yang penting banyak penonton. Tidak perduli dengan kontennya. Kalau perlu sengaja dibikin menyesatkan atau hasil pelintiran, yang penting ramai pengunjungnya. Apalagi sampai timbul perdebatan, malah makin senang content creatornya. Pengunjung mau memuji atau memaki, semuanya tetap bisa dimonetize.

Makanya banyak youtuber sengaja bikin setingan dan gimik. Pokoknya bikin kegaduhan, maka jualan anda laris manis. Peduli setan dengan keaslian dan originalitas ilmu agama. Sayangnya kita banyak yang tidak paham bisnis tv dan YouTube. Kita mengira isinya beneran ajaran agama, terjadi semua setingan. Maka nasehat jangan belajar agama lewat YouTube itu sangat benar. Meski tetap ada pengecualian. Masalah yang dikecualikan itu susah untuk dibedakan. Kebanyakan yang bermasalah, sedangkan yang lurus dan original tidak terlalu dikenal. Soalnya susah juga bagaimana cara membedakannya.

Dan pengecualian itu baru benar-benar terjadi ketika seseorang awalnya memang sudah kenal guru asli betulan, lalu secara teknisenjalin komunikasi serta belajar secara online. Mirip para siswa yang sudah terdaftar di suatu sekolah, lalu gara-gara pendemi, mereka sekolah via online : zoom, YouTube dan seterusnya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

TAG TERKAIT :
Toleransi Beragama Agama Beragama

Berita Lainnya