Opini

Menuju Pilpres 2024

Indah Pratiwi - 02/03/2022 07:05
Ditulis Oleh: Anton Yaya

Kubu radikal sudah memendam sakit hati begitu dalam akibat 2 Pilpres terakhir proxy mereka Prabowo Subianto selalu kalah. Mereka ini aneh, berpolitik dengan AGAMA tapi Capres mereka jarang (tak pernah?) sholat dan jelas jelas lingkungan keluarganya Nasrani. Tapi karena proxy yang memungkinkan cuma Prabowo, ya di dukunglah Prabowo.


Menuju Pilpres 2024 kubu Radikal (ex HTI FPI 212) masih menjajaki siapa Capres terbaik yang bisa jadi proxy mereka. Sejauh ini mungkin condong kepada Anies alias Wan Abud, meski belum mendapat kepastian apapun dari parpol pengusung.

Sementara waktu kubu Radikal terus mencoba merongrong kubu pemerintah dengan isue dan jargon andalan mereka, yaitu Penistaan Agama, PKI, dan China. Itu adalah 3 sentimen terbesar yang laku dijual kepada simpatisan mereka yang rata rata miskin literasi dan sudah terkontaminasi doktrin Ustadz Ustadz mereka yang tekstual dan ingin menegakkan Islam secara kaffah. Jangan heran budaya gurun pasir nan gersang abad 7 dipaksakan untuk diduplikasi di negeri subur nan indah ini.

Menag Yaqut itu kurang apa Islamnya? Lha koq dituduh menista agama, jan koplak tenan uteke sing wani nuduh. Tapi mereka gak peduli. Penjelasan serta klarifikasi apapun tak akan didengar oleh mereka. Itu semacam temuan kecil yang mau digoreng biar eskalasinya membesar, dan ujung ujungnya mengarah ke Jokowi.

Copot Menag Yaqut atau Jokowi mundur. Itu tuntutan tak masuk akal mereka. Tak ada relevansinya, terlalu dibuat buat. Tapi itulah produk pemikiran otak bervolume kecil yang sudah pindah letaknya ke dengkul. Hanya statement kebodohan yang jadi modal perjuangan mereka. Kita semua tahu, rombongan bebek dun9u itu tak sedang berjuang membela agama mereka yang (konon) dinista, tapi mereka ingin melengserkan Jokowi. Sudah pasti bakal siapa sia.

(Sumber: Facebook Anton Yaya)

TAG TERKAIT :
Pemilu Pilpres Capres Capres 2024 Pilpres 2024 Pemilu 2024

Berita Lainnya