News

Jokowi Serukan Stop Perang di Ukraina saat KTT ASEAN AS, Ini Kata NasDem

Aisyah Isyana - 15/05/2022 09:32

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI M Farhan angkat bicara soal seruan Presiden Jokowi dalam KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat (AS) di Washington, AS, yang meminta agar perang di Ukraina segera dihentikan. Dia menilai, langkah Jokowi itu sudah sangat tepat.

"Menurut Presiden Jokowi, perang di Ukraina menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Poin beliau sangat tepat dalam kapasitas Indonesia sebagai Presiden G20 yang fokus pada pemulihan ekonomi dan kapasitas Indonesia sebagai koordinator kerja sama ASEAN, khususnya pada isu kemanusiaan," ujar Farhan kepada wartawan, Sabtu (14/5/2022).

Dalam hal ini, Farhan menilai pemilihan diksi perekonomian dan kemanusiaan itu menguatkan posisi Indonesia sebagai negara Non-Blok, yang memposisikan semua anggota ASEAN segaris dengan sikap netral dan tetap mengedepankan perdamaian dan kemanusiaan.

"Maka dengan demikian AS tidak bisa memaksakan agendanya dalam konflik Rusia-Ukraina. Walaupun masih ada tantangan agenda lain yaitu sinkronisasi konsep Indo-Pacific Economic Framework milik AS dkk dengan konsep Indo-Pacific Infrastructure Forum yang merupakan inisiatif ASEAN," ujar Legislator NasDem itu.

Sekedar diketahui, Presiden Jokowi dalam pernyataannya di Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington, Jumat (13/5), menyerukan agar perang di Ukraina segera dihentikan. Dia menilai, perang hanya menciptakan tragedi kemanusian dan turut memperburuk perekonomian dunia.

"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi COVID-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka," ujar Jokowi dalam keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (14/5).

Lebih lanjut, Jokowi menyebut perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme. Tak hanya itu, perang itu juga berpotensi memecah belah hubungan antarnegara.

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," tutur Jokowi.

TAG TERKAIT :
DPR RI Nasdem Presiden Jokowi Ukraina Perang Rusia-Ukraina KTT Khusus ASEAN-Amerika Serikat

Berita Lainnya