Opini

Mari Belajar Mengenali Apa Itu Rasisme & Radikalisme

Indah Pratiwi - 17/05/2022 15:05

Payton Gendron, 18 tahun, kulit putih, menembak mati 10 orang, luka2 3 orang di supermarket di Buffalo, New York. Hampir semua korban berkulit hitam. Penembak livestream menempuh jarak > 300 km untuk melakukan aksinya di Buffalo. Ini bagian dari manifesto yg ditulis Payton Gendron, memperlhatkan dia dijangkiti radikalisasi online.

Dari situs2 yg ditulis, dia bilang baru tahu kalau ras putih dalam proses tersingkir oleh kulit hitam, ditandai dengan tingkat kelahiran rendah dan immigrasi tinggi. Dia merencanakan aksi terrornya dengan rapi, didokumentasikan. Pilihan senjata pembunuh juga dijabarkan dengan jelas.

Payton Gendron, ke-3 dari kiri, bersama keluarga makan kepiting rebus. Paling kanan sang ayah, seorang insinyur sipil kerja di New York State. Gendron menggunakan simbol Schwarze Sonne (Matahari Hitam), simbol supremasi kulit putih dalam manifestonya. Simbol yg sama banyak terlihat di Ukraina, tapi dianggap enteng oleh media Barat yg mendukung Kiev.

Pola radikalisasi sama: Disinformasi dg pesan sama: rasnya/kelompoknya terancam, kelompok/ras lain akan menghancurkan ras/kelompoknya dsb, sumber informasinya jg dr website yg nggak jelas. Dan nampaknya dia termasuk org yg gak mampu memilah, memilih dan digesting informasi dg benar. Mirip2 kadrun kalau di sini.

Sumber : Status Facebook Gunadi

TAG TERKAIT :
Radikal Radikalisme Kelompok radikal Bahaya Laten Radikalisme

Berita Lainnya