Opini

Membongkar Kamuflase Bendera Hijau Khulafatul Muslimin (HTI)

Indah Pratiwi - 01/06/2022 00:31

Ditulis oleh : Abdulloh Faizin

Devinisi awal Taqiyyah atau kamuflase berdasarkan akar katanya, berasal dari kata «وقاية» yang memiliki arti penjagaan diri, seseorang atau sesuatu dari gangguan dan bahaya musuh. Oleh karena itu pengertian taqiyyah adalah seseorang melakukan sebuah perbuatan sedemikian rupa sehingga dengan perbuatannya itu mencegah gangguan musuh terhadap jiwa, harta dan harga diri seorang muslim. Taqiyyah memiliki bentuk yang bermacam-macam, salah satu bentuknya adalah taqiyyah dari tekanan dan ancaman musuh

Kamuflase atau taqiyah saat ini menjadi satu satunya cara licik mengelabui musuh musuhnya. Siapa musuhnya? yakni orang yang dianggap bersebrangan dengan aliran dan pemikirannya atau bahkan pemerintah yang tidak pernah melegetimasi serta melisensi gerakanya bahkan membubarkannya.

Viral gerakan sempalan baru dengan kalimat Tauhid bertuliskan di bendera berwarna hijau dengan arak arakan yang membuat geli dijalanan itu adalah bagian dari kedok para pengasong khilafah, yang terbentuk dari ” Harokah damiyah/ gerakan darah” yaitu geraka timur tengah yang dinisbatkan dengan gerakan darah dari pembrontak di Timur tengah yang memporak porandakan Yaman Siria dll. wajah dan ekspresi beda namun otak dan tujuan bahkan hakekatnya sama.

Mengapa mereka melakukan taqiyah? Karena mereka paham bahwa dengan taqiyah itu mereka selamat dengan nalar logika jika mereka menggunakan wajah aslinya maka akan babak belur, terseret kejebakan melakukan kegiatan ormas terlarang dan menjadi pembrontak, untuk mengantisipasi hal tersebut mereka Reingkarnasi berganti wujud yakni setelah digebuk hancur mati dan bangkit dengan wajah kedok baru agar selamat.

Mereka mereka yang meneriakan dan mentahbiskan diri sebagai mujahid mujahid perang lil ilai kalimatillah, tidak lain hanyalah kelompok yang haus kekuasaan dengan cara licik halus bahkan anarkis, dan kadang tidak masuk akal mari kita lihat lihat peristiwa timur tengah moncong molotof yang diarahkan pada warga sipil di suriah sebelun ditembakkan terdengar menggelegar Allohu akbar kalimat Lailaha llalloh berkibar terus dengan sulutan Api peperanga sangat mengerikan bukan kini sebagian Negara timur tengah hancur berkeping keping karena profokasi kalimat Tauhid dan dengungan takbir yang dijadikan kedok aksi aksi jahatnya.

Fenomena fenomena ini mulai muncul sepordis di Indonesia dikuatkan dengan dai yang tak jelas sanad gurunnya mengaungkan dan menggiring kebencian profokasi dimimbar mimbar khutbah dan majlisnya dengan menyatakan *tidak ada hukum selain hukum Alloh* seperti yang dikatakan oleh pembunuh sebelum membunuh para khalifah, maka Imam Ali berkats apa yang mereka kataka adalah kalimat benar seperti seakan membela hukum Alloh, jihad fisabilillah, dan keadilan Tuhan, namun hanya digunakan kebathilan yakni ambisiusnya kekuasaan, membunuh dan mengadu domba.

Namun pemerintah dan masyarakat sudah cerdas dengan kedok apapun mereka bendera hitam,putih apalagi hijau adalah kamuflase belaka dengan sendirinya terkuliti dan lumat seperti pisang masak oleh hukuman pemerintah dan hukuman sinis pandangan moralitas bangsa indonesia, tampa dihancurkan akan hancur dengan sendirinya tanpa ditolak akan tertolak sendirinya karena Alloh mboten sare. Dan yang perlu dipahami ini adalah negara para wali karena Wasilanya Tuhahan menyelamatkan dan merahmati.

Yang harus dilakukan oleh para generasi yang pandai menulis dan mendskripsi tulisan terus berikan jawaban dan pemahamam Islam damai menjadi solusi jawaban atas kebingungan masyarakat terhadap tipu daya Radikalis Teroris berkedok syat suci dan kalimat Tauhid agar mereka tidak ikut hanyaut terjerembab dalam kelompok dan persekongkolan mereka dan sesat dikemudian hari.

Bagi aparat harus tegas dan jitu, karena mereka dalam keicikanya akan menggunakan jurus play fictim yankni jika di keras maka mereka mengatakn kriminalisasi dan jika dibakar maka penistaan Agama, jika tidak ditindak maka merasa benar jare wong jowo BLARAH,terus bagaimana ya ditindak saja dengan ketegasan sesuai protap dan hukum yang berlaku beres, karena negara tidak boleh kalah dengan kekuatan ormas pembrontak, dan harus ditumpas sampai akarnya.

Sekali lagi jangan kena tipu tipu oleh warna bendera intinya tetep satu tujuan mereka memberontak dan Menegakkan KHILAF*H. kita selamatkan anak cucu dan NKRI dari bahaya kejahatan mereka. Sekali lagi pemerintah harus tegas TNI dan POLRI Harus segera mengamankan konvoi liar yang merusak keindahan Negeri dan Agama ini.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

TAG TERKAIT :
HTI Bahaya Laten Radikalisme

Berita Lainnya