Opini

Bangkit dari Segala Keterpurukan !

Baharuddin Kamal - 06/06/2022 19:00
Ilustrasi.

PUTUS asa merupakan sifat yang sangat buruk. Sebab, ketika manusia sudah berputus asa maka seseorang tersebut akan sengsara di kemudian hari.

Putus asa digambarkan seperti hewan yang bodoh yang diketahuinya dalam hidup hanyalah sesuatu yang berhubungan dengan perut yaitu makanan, minuman, dan segala hal yang mempunyai hubungan erat dengan perut.

Sungguh Allah SWT telah memasukkan putus asa ke dalam kekafiran. Allah SWT berfirman “walaa taiasu mirrauhillah, innahu laa yaiasu mirrauhillahi illal kaumul kafirun. Artinya: Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT, Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah SWT kecuali orang-orang kafir.

Lihatlah betapa besar dosa dari sebuah keputus asaan, seolah dosa orang yang berputus asa bisa dikatakan melintasi dunia sampai akhirat.

Orang yang putus asa selalu menganggap berat sebuah perkara, sehingga biasanya orang seperti ini akan berpaling bak seorang pengecut yang berpaling karena melihat musuhnya seorang pemberani.

Namun apabila seseorang tersebut tetap konsisten menghadapi apa yang ada dihadapannya dengan tidak pernah berpaling terhadap sesuatu yang baru, konsisten walaupun jalan itu semakin sulit, serta bersungguh-sungguh di jalan yang lurus dengan tidak pernah melepas cita-citanya. Maka suatu waktu perkara yang ia lakuakan akan tunduk padanya. Sehingga seseorang tersebut akan memperoleh apa yang selama ini ia cari.

Seorang perempuan bernama Muniba Mazari dia menikah diusia 18 tahun karena ingin membuat ayahnya bahagia. Singkat kisah 2 tahun setelah menikah dia mengalami kecelakaan, tulang lengan dan hasta, pergelangan tangan, tulang punggung, tulang selangka, dan seluruh tulang rusuk patah. Tapi cidera yang merubah hidupnya adalah cidera tulang belakang, dia divonis tidak akan bisa berjalan lagi, tidak akan bisa mewujudkan cita-citanya sebagai pelukis, dan dia juga tidak akan bisa memiliki keturunan sehingga suaminya pergi menikah dengan perempuan lain.

Muniba mulai bertanya kenapa dirinya masih hidup? Dan ternyata suatu ketika di tengah kekalutanya, Ia meminta cat warna dan canvas dia ingin melukis di rumah sakit itu, kala melukis dia merasakan tenang. Alhasil, setiap orang yang melihat lukisan itu pasti memberikan pujian ‘sungguh lukisan yang penuh dengan warna’. Singkat cerita kini Muniba Mazari kini menjadi pelukis terkenal, melakukan kegiatan pemodelan, menjadi pembawa acara, menjadi Duta Besar PBB untuk wanita Pakistan, dan menjadi salah satu 100 perempuan yang berpengaruh di dunia.

Para sahabat yang berbahagia, sungguh putus asa adalah mati dalam kehidupan. Maka bunuhlah sifat putus asa dan jadilah orang yang beruntung. Wallahu A'lam…

(Merujuk kitab Iddhotunnasyiin Karya As-Syaikh Musthofa Al-Gholayaini)

TAG TERKAIT :
Berita Center Opini Bangkit dari Keterpurukan Kitab Iddhotunnasyiin Karya As-Syaikh Musthofa Al-Gholayaini

Berita Lainnya

Seragam Sekolah

Opini 05/08/2022 18:22