News

Minta Maaf Lagi, Indra Kenz : Saya Tak Pernah Niat Bohong, Menipu, Atau Rugikan Orang

Aisyah Isyana - 24/06/2022 20:32

Beritacenter.COM - Tersangka kasus Binomo, Indra Kesuma atau karib dipanggil Indra Kenz, menghaturkan permohan maaf kepada para korban yang dirugikan. Menyesal dan turut prihatin ke para korban, Indra Kenz mengaku tak berniat untuk bohong atau menipu.

"Saya tidak pernah sekali lagi punya niat untuk membohongi menipu atau merugikan orang lain. Terlepas hal yang sudah terjadi saya tetap meminta maaf dan turut prihatin dan menyesal pada orang-orang yang sudah dirugikan," ujar Indra Kenz kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan usai diserahkan oleh Mabes Polri, Jum'at (24/6/2022).

Selain itu, Indra Kenz mengaku turut mengapresiasi Kejari Tangsel yang disebutnya sangat profesional selama jalannya proses pemeriksaan. Dia berharap, persidangan nanti dapat berjalan lancar.

"Hasil pemeriksaannya sangat profesional menjalankan sesuai tugasnya. Semoga persidangan ya semua lancar terima kasih ya," tambahnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyerahkan Indra Kenz ke Kejari Tangsel berikut asetnya yang dijadikan barang bukti dalam kasus Binomo. Adapun penyerahan Indra Kenz ini karena sudah tahap dua dilakukan Bareskrim Mabes Polri ke Kejari Tangsel.

Kendati begitu, Indra Kenz akan tetap ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri. Kepala Kejari Tangsel Aliansyah menyebut barang bukti yang diterimanya 25 orang korban diperiksa dalam BAP kerugian Rp 54,6 miliar. Dimana juga terdapat 119 orang melapor di posko pengaduan kerugian dengan kerugian Rp 46,6 miliar.

"Kami telah menerima penyerahan tahap dua tersangka dan barang bukti dari Mabes Polri. Kita lakukan penahanan di Rutan Mabes Polri untuk jangka waktu 20 hari terhitung hari ini hingga 13 Juli 2022. Barangkali lebih untuk faktor pengamanan," ucap Aliansyah kepada wartawan di Kantor Kejari Tangsel, Jumat (24/6).

"Jadi jumlah kerugian sekitar Rp 100 miliar keterangan saksi ada 91 orang. 25 orang saksi korban, saksi ahli dalam perkara ini ada 8 orang. Ada juga alat bukti surat BAP labfor dan keterangan tersangka," imbuhnya.

Dalam hal ini, Aliansyah menyebut pihaknya melakukan penyiataan aset berupa barang dan juga aset dengan nilai sekitar Rp 67,1 miliar. Dimana aset berupa barang itu terdiri dari sertifikat tanah, mobil, dan jam mewah.

"Empat bidang tanah, dan bangunan nilai Rp 32,8 miliar. Dua kendaraan mobil Ferari dan Tesla Rp 3,8 miliar, 12 jam tangan mewah nilai Rp 25,3 miliar dan ada penyitaan uang tunai Rp 5,1 miliar," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Bareskrim Polri Indra Kenz Indra Kesuma Kasus Binomo Kejari Tangsel

Berita Lainnya