News

Jokowi Terbang ke Eropa, Hadiri KTT G7 dan Bawa Misi Perdamaian Ukraina-Rusia

Di sini akan kita mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi, yang sedang melanda dunia,

Aisyah Isyana - 26/06/2022 10:32

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Jerman guna menghadiri KTT G7, sebagai ketua presidensi G20. Pada kunjungan kerjanya ke Jerman ini, Jokowi turut membawa misi perdamaian Ukraina dan Rusia.

"Yang pertama akan ke Jerman untuk menghadiri KTT G7, di mana kita di sini adalah sebagai partner country dari G7 dan juga diundang untuk menghadiri KTT G7 ini sebagai ketua presidensi G20," kata Jokowi dalam pernyataan pers terkait kunjungan kerja ke luar negeri seperti dilihat dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (26/6/2022).

Nantinya, Jokowi akan turut mengajak para peminpin G7 untuk bersamai-sama mendorong perdamaian di Ukraina. Tak hanya itu, Jokowi juga akan mengajak para pemimpin G7 untuk bersama mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan dan energi.

"Di sini akan kita mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi, yang sedang melanda dunia," ujar Jokowi.

Selepas dari kunjungannya ke Jerman, Jokowi akan langsung bertolak menuju Ukraina. Nantonya, Jokowi akan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky untuk menodorng upaya dialog dengan Rusia dalam rangka perdamaian.

"Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian. Karena memang perang harus dihentikan," imbuh Jokowi.

Setelah dari Ukraina, Jokowi juga akan bertolak ke Rusia guna bertemu Presiden Vladimir Putin. Jokowi akan mendorong upaya gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.

TAG TERKAIT :
Rusia Presiden Jokowi Jerman Ukraina KTT G7 Jokowi Misi Perdamaian Ukraina-Rusia

Berita Lainnya