Politik

Jokowi Perlu Jadi 'King Maker' di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Lukman Salasi - 04/07/2022 13:35

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut perlu menjadi 'king maker' di Pilpres 2024 nanti. Hal ini disampaikan oleh Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan.

"Jadi apa secara politik yang diperlukan pak Jokowi sekarang, yang paling pokok adalah saya kira bagaimana dia menjadi King Maker," ujar Djayadi dalam diskusi Total Politik di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (3/7) kemarin.

Djayadi menilai biasanya presiden yang masa jabatannya akan selesai cenderung menjaga jarak terhadap calon yang akan bertarung. Namun, menurutnya tidak pada Jokowi.

"Paling tidak alasannya ada dua ya, pertama proyek strategis-strategis-strategis yang diinginkan menjadi warisan tradisi pak Jokowi yang orang khawatir kalau dilanjutkan orang yang dianggap tidak mengerti betul apa yang diinginkan Jokowi tidak berlanjut dengan berbagai alasan," jelasnya.

"Kedua, jangan lupa Pak Jokowi kan punya Gibran dan Bobby, nah padahal Pak Jokowi tidak punya partai. Bukan secara resmi pemimpin PDI Perjuangan kan," sambungnya.

Djayadi menyebut perlunya peningkatan daya tawar jika Jokowi ingin jadi king maker. Dalam hal ini, kata Djayadi, daya tawar yang dimiliki Jokowi adalah kemampuan untuk mempertahankan situasi di tengah ancaman krisis ekonomi.

Selain itu, Djayadi mengatakan jika Jokowi berhasil menjadi king maker saat pilpres 2024 nanti, akan berdampak positif bagi PDIP. Sebab, pilihan utama Jokowi yakni PDIP.

"Makin baik daya tawar Pak Jokowi, makin tinggi kan, PDIP. Karena kalau daya tawar PDIP makin tinggi, maka fungsi king maker akan lebih besar kepada Pak Jokowi. Karena pilihan utama Pak Jokowi kan akan ke PDIP," jelasnya.

"Karena posisinya sebagai king maker itu bisa membantu partai dalam memenangkan baik Pilpres dan Pileg 2024 nanti. Barangkali begitu cara membacanya," jelasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Presiden Jokowi Pilres 2024 King Maker Jokowi King Maker

Berita Lainnya