Teknologi

Lancarkan Serangan, Ukraina Ledek Rusia Mulai Kelabakan Atasi Roket 'HIMARS' AS

Aisyah Isyana - 15/07/2022 09:56

Beritacenter.COM - Ukraina, kini benar-benar mengandalkan roket atau rudal jarak jauh canggih asal Amerika Serikat, HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System), guna melancarkan serangan ke Rusia. Ukraina bahkan menyebut pihak Rusia mulai kelabakan dalam mengahadapi rudal HIMARS.

Sebelumnya, AS disebut telah mengirimkan sabanyak 8 unit HIMARS jenis M142, yang merupakan rudal jarak jauh mematikan. Dimana versi ini disebut memiliki daya jangkau hingga sekitar 80 kilometer.

Gubernur Luhanks, Serhy Haidai, mengklaim Rusia telah masuk dalam mode panik saat menghadapi artileri jerak jauh yang sangat sulit ditangkis. Dimana wilayah Luhanks sendiri merupakan medan perang yang sengit yang bahkan diklaim telah diduduki Rusia, seperti dikuti Newsweek.

"Seperti dilihat dunia dalam minggu belakangan ini, kami mampu menorehkan kerusakan besar pada sistem pertahanan rudal mereka serta fasiltas amunisi jauh di belakang garis musuh," klaim Serhy Haidai.

Haidai tak memungkiri jika keberhasilan itu turut didukung dengan masuknya banyak senjata dari barat. Menurutnya, Ukraina dapat menyerang balik Rusia jika semakin banyak senjata lagi yang diberikan.

Lusinan gudang amunisi dan bahan bakar Rusia dilaporkan hancur beberapa waktu lalu. Hal itu tak lain karena hantaman rudal HIMARS. Bahkan, tak sedikit pimpinan militer Rusia yang diklaim tewas dalam serangan itu.

"Sepuluh HIMARS saja sudah membuat perbedaan, tapi kami perlu 100, yaitu 10 batalion dengan 10 HIMARS masing-masing untuk disebar di garis depan. Atau setidaknya 50 unit," tambah sang gubernur.

"Jadi tidak ada artinya apa yang akan dikerahkan Rusia, mereka sudah masuk mode panik melawan senjata jarak jauh presisi tinggi itu, yang membombardir posisi mereka," imbuhnya.

Dia menyebut sistem pertahanan rudal Rusia tak dapat menangkis rudal HIMARS. "Semua sistem S-300 dan sistem pertahanan lain sungguh tidak bisa apa-apa melawannya," kata Hiadai.

TAG TERKAIT :
Rusia Amerika Serikat Ukraina Rusia Invasi Ukraina HIMARS Rudal HIMARS

Berita Lainnya