Teknologi

Google, Maps Hingga YouTube Dipastikan Aman dari Jerat Blokir Kominfo

Aisyah Isyana - 22/07/2022 16:55

Beritacenter.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika angkat bicara soal nasib Google hingga YouTube yang belum terdaftar hingga penutupan Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat pada 20 Juli 2022 kemarin. Dimana nama Google hingga YouTube masih belum ada dalam daftar PSE Lingkup Privat, sebagaimana dilihat di laman pse.kominfo.go.id .

Dikatakan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, perusahaan dibawah naungan Alphabet itu tengah dalam proses pendaftaran PSE ke Kominfo. Dimana terdapat empat layanan yang didaftarkan, yakni layanan mesin pencarian di internet (search engine), aplikasi pemetaan, toko aplikasi dan yang terkait dengan platform video.

"Barusan saya mendapatkan kabar Google melakukan pendaftaran empat lagi, selain Cloud dan Ads, yang sekarang itu YouTube, search engine, Google Maps, dan Play Store," ujar Semuel dalam konferensi pers virtual.

Setelah disebut tengah dalam proses pendaftaran PSE Lingkup Privat, maka dapat dipastikan Google hingga YouTube akan lolos dari jerat pemblokiran Kominfo. "Sudah per jam 16.00 tadi (Google hingga YouTube didaftarkan ke Kominfo-red)," jelas Samuel.

Google hingga YouTube ini kian menambah jumlah PSE yang telahterdaftar di Kominfo. Sebelumnya, terbaru ada dua layanan milik Apple, yaitu App Store dan iCloud, terdaftar di PSE. Kemudian ada juga Twitter, Tinder, Call of Duty Mobile, Zoom, Smadav, Line, PUBG Mobile, WeChat, Get Contact, HBO Go, We TV, Snapchat, Valorant, Indodax, Zalora, Netflix.

Selanjutnya, ada juga layanan dibawah Meta, yakni Facebook, WhatsApp, Instagram terdaftar sebagai PSE asing. Kemudian, Traveloka, myPertamina, Tiktok, Gojek, Shopee, Gopay, Ovo, Capcut, Netflix, Jenius, Genshin Impact, Ragnarok X: Next Generation, Free Fire, Microsoft Cloud, Mi Chat, Mobile Legends, dan Spotify, yang lebih dulu terdafrar PSE Lingkup Privat.

Sekedar diketahui, Kominfo sebelumnya telah mewanti-wanti perusahaan yang beroperasi secara digital di Indonesia yang masih belum mendaftarkan diri sebagai PSE Lingkup Privat hingga tanggal 20 Juli 2022, maka mereka otomatis akan masuk kategori ilegal.

Dimana hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

TAG TERKAIT :
Google Kominfo Google Maps Youtube PSE Lingkup Privat Google Playstore

Berita Lainnya