Teknologi

Terkendala Perang Rusia-Ukraina, Pengiriman Satelit Satria-1 ke AS Tempuh Jalur Laut!

Aisyah Isyana - 28/07/2022 00:20
Menkominfo Johnny G Plate di Kantor Boeing Los Angeles

Beritacenter.COM - Menkominfo Johnny G Plate menyebut pengiriman Satelit Satria-1 ke AS, turut terdampak perang Rusia-Ukriana. Dimana perang Rusia-Ukraina turut mempengaruhi ketersediaan chip dan logistik pesawat, dalam hal ini pesawat raksasa Antonov. Dengan begitu, pengiriman satelit Satria-1 ke AS akan dilakukan dengan kapal laut.

"Di Ukraina, 1 sudah hancur karena perang Antonov 225 yang besar. 3 Tertahan di Ukraina, 4 di luar Ukraina yang melayani seluruh dunia jadi ketersediaannya terbatas," kata Johnny usai kunjungan kerja ke Boeing Satellite Systems Internasional dan SpaceX di Los Angeles, AS, Rabu (27/7/2022). 

Alhasil, hal ini turut membuat rencana pembangunan Satelit Satria-1 yang membutuhkan chip dan kendaraan pengangkut besar. Pemerintah mengambil solusi alternatif pengganti pesawat Antonov, dimana telah diputuskan pengiriman satelit Satria-1 akan dilakukan lewat laut.

"Untuk Satria-1 akan menggunakan jalur transportasi laut dari Prancis pakai kapal laut dibawa ke Florida menyeberang Lautan Atlantik. Itu butuh waktu 2 minggu," kata Johnny.

Sementara untuk satelit yang dibuat Boeing, yakni Hot Backup Satelite (HBS), lebih beruntung antaran dapat langsung dikirim dengan menggunakan truk kontainer khusus dari Los Angeles, California ke Cape Canaveral, Florida selama 9-10 hari perjalanan.

"Dengan demikian sudah ada solusi, sehingga masalah logistik ini jangan sampai mempengaruhi. Sejauh ini tanggal operasi komersial masih tetap seperti yang direncanakan," kata Johnny.

Sementara itu, Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menyebut ukuran satelit Satria-1 ini cukup besar, sehingga harus diangkut dengan kapal kargo raksasa. Hanya saja, sejauh ini Anang belum mengungkap perusahaan kapal kargo mana yang akan dipilih.

"Belum (bisa disebut-red) ini kita masih negosiasi harga dan macam-macam, tapi ini memberikan optimisme bahwa schedule masih on time di 2023," kata Anang.

Nantinya, Anang menyebut satelit Satria-1 akan ditemptkan di 146 BT di atas Papua, sementara satelit HBS akan ditempatkan di 113 BT di atas Kalimantan. Kedua satelit ini sama-sama akan memiliki jangkauan ke seluruh Indonesia.

"Kedua satelit ini akan disertai pergelaran ground station, remote terminal. Target kami di 150 ribu titik layanan," kata Anang.

TAG TERKAIT :
Kemenkominfo SpaceX Boeing Johnny G Plate Satelit Satria-1 Satelit Indonesia Satelit HBS

Berita Lainnya