Kesehatan

Simak ! Ini Beberapa Gejala Kelelahan pada Bayi yang Berisiko Kematian

Baharuddin Kamal - 08/08/2022 13:30
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Beberapa hari lalu media sosial diramaikan pemberitaan mengenai kematian bayi berusia enam bulan yang akan menyaksikan pertandingan sepak bola bersama orang tuanya. FJ (38) dan RA (37) membawa bayi mereka menggunakan sepeda motor dari Tegal menuju lokasi pertandingan di Surabaya.

Ketika sampai di Surabaya, mereka mendapatkan bayinya rewel, tidak mau menyusu, dan batuk. Orang tua tersebut akhirnya melarikan bayi mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan secara medis. Meskipun sempat mendapatkan perawatan, tetapi nyawa bayi tidak tertolong.

Banyak hal yang dapat menyebabkan risiko kematian pada bayi, salah satunya kelelahan. Tidak ada salahnya mengenai beberapa tanda kelelahan pada bayi sehingga orang tua lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Waspada Kelelahan pada Bayi
Ada perasaan bahagia dan bangga di dalam hati orang tua ketika mereka mendapatkan keturunan atau buah hati yang sehat. Namun, dibalik rasa bahagia orang tua juga wajib memastikan anak dalam kondisi nyaman pada setiap kegiatan yang akan dilakukan atau lingkungan tempat anak bertumbuh.

Tentunya tidak ada larangan untuk mengajak buah hati pergi ke tempat yang menyenangkan untuk orang tua, tetapi pastikan orang tua juga mengetahui kondisi dan tingkat kesehatan anak. Jika ingin berpergian, pastikan menggunakan alat transportasi yang nyaman dan aman.

Penggunaan motor sendiri untuk bayi sebaiknya dihindari baik di perjalanan pendek maupun panjang. Ini dapat memicu berbagai kondisi pada bayi, mulai dari kedinginan, paparan debu dan virus di jalanan, risiko cedera bagian kepala, hingga kelelahan.

Bahkan, orang tua juga jangan sepelekan kondisi kelelahan pada bayi. Kelelahan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan berbagai dampak pada kesehatan yang bisa menyebabkan kematian.

Ada beberapa tanda-tanda kelelahan pada bayi yang perlu diwaspadai, seperti : Anak menjadi lebih rewel, tidak mau berinteraksi dengan orang lain, menangis terus menerus, frekuensi menguap lebih sering, menolak untuk menyusu atau mengonsumsi makanan tertentu, terlihat lesu, lemas, dan kelelahan.

Selain dapat menghemat waktu dan biaya, penggunaan motor memang menjadi pilihan yang baik untuk bepergian. Namun, sebaiknya penggunaan motor hanya dilakukan dua orang dewasa saja dengan menggunakan perlengkapan yang aman.

Membawa bayi menggunakan motor dapat menyebabkan beberapa dampak pada kesehatannya, misalnya:

Hipotermia
Hipotermia adalah kondisi darurat medis di mana pengidapnya mengalami kehilangan panas tubuh lebih cepat dibandingkan yang dihasilkan. Hal ini bisa membuat bayi mengalami lemas, kedinginan, gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga tubuh menjadi sulit bergerak.

Kondisi ini dapat berisiko menyebabkan terhambatnya aliran darah hingga kematian pada bayi. Untuk itu, pastikan orang tua selalu menggunakan alat transportasi yang aman saat bepergian bersama bayi.

Shaken Baby Syndrome
Kondisi lain yang berisiko dialami bayi saat bepergian menggunakan kendaraan motor roda dua adalah Shaken Baby Syndrome. Ini terjadi akibat gerakan kendaraan motor yang membuat guncangan pada bagian kepala.

Pada kasus yang menimpa bayi usia enam bulan, biasanya saat usia tersebut leher bayi masih lemah dan belum bisa menopang berat kepala. Saat guncangan terjadi berulang kali, otak bayi bisa mengalami gerakan yang membuat memar, bengkak, hingga perdarahan.

Ada beberapa gejala yang bisa terjadi saat bayi mengalami kondisi ini, seperti menjadi lebih rewel, lemas, gangguan pernapasan, hingga tidak mau minum dan makan. Jika tidak diatasi, kondisi ini juga bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Jika ibu melihat adanya gangguan kesehatan pada bayi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit. Jangan khawatir untuk mendapatkan obat dan kebutuhan medis lainnya yang diperlukan.

TAG TERKAIT :
Bayi Berita Center Kesehatan Gejala Bayi Kelelahan

Berita Lainnya