Politik

PKS, Partai Komunis…

Indah Pratiwi - 09/08/2022 16:17
Ditulis Oleh: Pepih Nugraha

Seseorang mengunggah infografis ini dan saya tidak terlalu terkejut dengan isinya.


Fokus yang menjadi perhatian saya adalah isi buku “Dilema PKS: Suara dan Syariah”. Dalam buku itu tertulis pendapat kader ternama PKS, Zulkieflimansyah yang mengatakan bahwa PKS sebagai Partai Komunis dengan cita rasa ideologi Islam.

Jujur, saya kurang percaya atas apa yang tertulis dalam buku tersebut. Maklum di zaman rekayasa digital yang semakin menggila, apa saja bisa diubah sesuai kemauan. Jangankan teks atau foto, video pun bisa diubah, bukan.

 

 

Anggaplah dalam buku itu tertulis demikian dan benar itu pendapat Zulkieflimansyah, saya ingin mengatakan bahwa PKS itu paham betul bagaimana mengembangkan organisasinya secara solid dan tentu saja doktriner.

Sama dengan Partai Komunis di manapun, termasuk PKI yang sekarang sudah menjadi hantu menakutkan bagi sementara orang yang paranoid (meski mereka yang hidup setelah PKI mati), PKS menerapkan stelsel aktif berjenjang (hierarkis) dengan monoloyalitas kepada kebijakan partai.

Keren, bukan?

Memang membangun dan mengembangkan partai politik itu sudah seharusnya seperti itu, menggunakan cara PKS dan Partai Komunis.

Alasannya? Titik tumpu partai adalah pada kadernya, anggotanya. Maka kader wajib memahami dan menjalankan garis kebijakan partai. Kesetiaan tunggal atau monoloyalitas di zaman Golkar Soeharto, juga diterapkan PKS dan Partai Komunis yang ditirunya. Ini berhasil. Kalau soal program partai, itu relatif.

Mungkin yang berbeda antara PKS dengan Partai Komunis lainnya adalah pada program “poligami” yang ramai beberapa waktu lalu, termasuk program poligami janda, tetapi niscaya ini justru kekhasan PKS lainnya yang tidak ditemukan pada partai-partai politik lainnya.

Anda mungkin menertawakan program poligami PKS (karena alasan tidak berani atau takut istri terdahulu), tetapi jangan lihat hasilnya hari ini atau secara instan. Ini program jangka panjang yang hasilnya baru terasa satu, dua, tiga atau bahkan empat generasi ketika anak-anak biologis PKS sudah lahir dari istri-istri poligamis mereka.

Jika Anda monogami zaman kini, paling banyak punya tiga anak. Jika program poligami empat istri sukses dijalankan PKS, maka dari satu kader PKS (suami) akan lahir minimal delapan kader PKS dari empat istri dengan asumsi masing-masing istri melahirkan dua anak.

Lucu? Iya rasanya begitu jika dilihat dari luar PKS, apalagi dibumbui sikap nyinyir. Tapi bagi PKS, ini program unggulan partai yang jika dipadukan dengan stelsel aktif berjenjang dan loyalitas pada kebijakan partai tanpa debat, akan menjadikan PKS partai besar di masa mendatang.

Hidup Partai Komunis, eh… hidup Pe-Ka-eS…!!

(Sumber: Facebook Pepih Nugraha)

TAG TERKAIT :
PKS PKS Tukang Hoaks PKS Tukang Ngibul

Berita Lainnya