Internasional

Banjir Parah di Seoul Korsel Jadi Bukti Baru Dampak Perubahan Iklim

Aisyah Isyana - 10/08/2022 10:58

Beritacenter.COM - Banjir parah yang melanda Seoul, Korea Selatan, terjadi usai curah hujan di negara itu mencatatkan rekor tertinggi dalam 80 tahun terakhir. Sedikitnya ada tujuh orang tewas pasca banjir parah bak sungai di jalan-jalan hingga membanjiri stasiun metro, bahkan juga menenggelamkan sejumlah kendaraan.

Dimana curah hujan lebih dari 100 mm per-jam tercatat mengguyur wilayah Seoul, daerah sekitar Provinsi Gyeonggi dan kota pelabuhan Incheon, Senin (8/8) malam. Bahkan, curah hujan di distrik Dongjak mencapai 141,5 mm per-jam pada satu titik. Angka ini tercatat sebagai curah hujan tertinggi yang pernah melanda Seoul dalam 80 tahun.

Sebagaimana dilihat di sejumlah foto yang dibagikan di media sosial, menampakkan bagaimana warga Seoul berupaya mengarungi air yang tingginya mencapai pingging, meluap ke stasiun metro dan mobil yang setengah terendam, bahkan di distrik kelas atas Gangnam.

Dari laporan yang dihimpun, tiga orang termasuk seorang anak berusia 13 tahun meninggal, usai ruangan semi-basement dibanjiri air bah di distrik Gwanak di Seou. Ada juga seorang wanita yang tenggelam di rumahnya di distrik Dongjak, kemudian seorang pekerja sektor publik meninggal saat membersihkan ban jatuh, diduga tersengat arus listrik.

Terdapat kekhawatiran terjadinya kerusakan lebih lanjut, lantaran hujan deras diperkirakan akan turut untuk hari kedua berturut-turut. Bahkan, administrasi badan meteorolgi Korea mengeluarkan peringatan hujan lebat di seluruh ibu kota, serta sebagian provinsi Gangwon dan Chungcheong. Hujan deras diperkirakan akan kembali mengguyur di wilayah tengah negara itu hingga Rabu (10/8), seperti dikuti kantor berita Yonhap, Selasa (8/9;2022).

Banjir Korea Selatan Bukti Baru Dampak Perubahan Iklim

Sejatinya, bukan hal yang asing hujan deras terjadi di Korea Selatan di musim panas. Hanya saja, seorang pejabat administrasi meteorologi menyebut situasi darurat perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan curah hujan deras secara signifikan.

"Fenomena ini lebih sering terjadi akibat perubahan iklim, yang mengakibatkan musim panas yang berkepanjangan," kata pejabat administrasi meteorologi itu tanpa menyebut nama.

Hujan badai juga mengguyur wilayah Korea Utara, dimana pihak berwenang mengeluarkan peringatan hujan lebat untuk bagian selatan dan barat negara itu. Surat kabar Korea Utara, Rodong Sinmun, turut menggambarkan hujan lebat sebagai potensi bencana dan menyerukan langkah-langkah untuk melindungi pertanian dan mencegah banjir di Sungai Taedong yang mengalir melalui ibu Kota Pyongyang.

Perubahan iklim di Arktik dan Siberia turut berkontribusi menyebabkan hujan ekstrem di Asia Timur, termasuk Korea Selatan dan Korea Utara, seperti dikutip Reuters.

Adapun hal itu disebabkan karena Kutub Utara mencair, mempersempit kesenjangan suhu antara Kutub Utara dan wilayah garis tengah bumi dan turut memicu gelombang dingin untuk mengalir ke garis lintang tengah.

TAG TERKAIT :
Bencana Alam Hujan Deras Perubahan Iklim Banjir Seoul Banjr Korea Selatan

Berita Lainnya