Peristiwa

Sambo Dalang Utama Rekayasa Pembunuhan Brigadir J, Bintang Prabowo : Tentang Mengarang Bebas

Indah Pratiwi - 11/08/2022 15:06

Beritacenter.COM - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menggelar konfersi pers terkait peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Dalam pernyataan itu, Kapolri menetapkan tersangka mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir J.


"Tidak ada fakta tembak-menembak, yang ada penembakan terhadap brigadir J yang dilakukan atas perintah saudara FS," katanya, Selasa (8/9/2022).


Hal tersebut mendapatkan sorotan dari pemilik akun Facebook Bintang Prabowo dengan menuliskan artikel yang berjudul "Tentang Mengarang Bebas"

Oleh : Bintang Prabowo

meskipun HC Andersen juga merupakan penulis novel, penyair, dan scriptwriter drama, beliau lebih banyak dikenal dari kisah-kisah dongeng yang ditulisnya.. Thumbelina dan The Little Mermaid adalah salah dua karyanya yang paling terkenal.. Tidak heran sosoknya dikenang dan diabadikan di beberapa sudut kota Kopenhagen, Denmark..


beberapa ilustrasi bukunya yang menggambarkan rumah-rumah Skandinavia dengan atap tertutup salju sangat membekas di memori, yang ketika menyaksikannya saat winter pertama di Bakklandet, Trondheim, dulu langsung membawa saya melesat ke halaman demi halaman buku HC Andersen di masa kecil..

sejak kecil, sub mata pelajaran yang saya tidak pernah merasa kesulitan adalah mengarang bebas.. entah kenapa, menulis membuat saya nyaman.. tulisan-tulisan Emha Ainun Nadjib, terutama Jon Pakir-nya, Goenawan Mohamad di Tempo, dan, belakangan Dahlan Iskan di DisWay menjadi patron saya menulis.. apapun..

yang membuat tidak nyaman adalah tulisan mengarang ngawur netizen julid atas semua isu, besar dan kecil, yang sedang rame di linimasa.. sungguh maha benar netizen atas segala komen dan postingannya..

yang terakhir ramai dibahas tentunya adalah skandal Pak Jenderal Sambo dengan berbagai narasi dan bumbunya.. Banyak netizen yang berspekulasi dengan mengarang bebas (baca: ngawur), lengkap dengan bumbu komplit komunitas gosip tukang sayur.. bisa-bisanya ada nekat yang nulis khayalan dengan begitu detailnya tentang ini dan itu seakan-akan dia tahu persis dan jadi tempat curcol para tersangka, pelapor, dan korban..

kalau saja kasus itu menimpa rakyat jelata, dipastikan kurang dari 2×24 sudah akan ketemu modus dan tersangkanya.. karena alur ceritanya sebetulnya mudah ditebak.. sekelas Jenderal berbintang dua, yang menjabat sebagai kepala divisi polisinya polisi pula, jika berkehendak melakukan pembunuhan berencana, orang-orang awam macam kita ini tidak akan bisa mengendusnya.. tapi, selain modus eksekusinya yang berantakan, TKP pembunuhan yang merupakan rumah (singgah) dinas Pak Jenderal menunjukkan bahwa pembunuhan itu dilakukan dengan spontan karena suatu alasan mendadak yang dipicu peristiwa ekstrim yang bisa membuat seseorang gelap mata.. dan peristiwa itu adalah pikiro dhewe.. tidak elok mengganggu kinerja Polri..

Polisi negara kita memiliki teknik interogasi yang sangat efisien..

alkisah, di salah satu multiverse, FBI, Interpol, dan Polsek Tanah Abang sedang melakukan latihan gabungan.. tujuannya adalah melacak keberadaan seekor tikus hitam yang dilepaskan di hutan..

FBI membutuhkan 7 hari untuk melacak si tikus.. sedangkan Interpol perlu 3 hari..

ketika giliran tiga reserse polisi dan satu intel kita diturunkan ke hutan, dua jam kemudian mereka berhasil membawa keluar seekor kelinci putih dengan muka lebam, tangan diborgol, dan kaki pincang karena luka tembak tembus di betis dan kuku tercabut, yang berteriak “..ampun pak, saya tikus pak.. saya ngaku pak.. ampun pak..”

Sumber : Status Facebook Bintang Prabowo

TAG TERKAIT :
Kasus Brigadir J Irjen Ferdy Sambo Misteri Kematian Brigadir J Kematian Brigadir J Sambo Dalang Kematian Brigadir J Sambo Irjen Ferdy Sambo Dalang Kematian Brigadir J Sambo Jendral Pembunuh Bertangan Dingin

Berita Lainnya