Kriminal

Ngaku Dianiaya-Disekap, Mantan Karyawan Polisikan Bos Judi Online di Jakut

Aisyah Isyana - 12/08/2022 11:58

Beritacenter.COM - Pria berinsial J (22) mempolisikan bos perusahaan judi online yang disebut beroperasi dan bermarkas di Penjaringan, Jakarta Utara. Kepada polisi, J mengaku telah dianiaya bos judi online itu selama dirinya menjadi karyawan di perusahaan judi online.

Tak hanya itu, perusahaan judi online itu juga diduga telah melakukan pelanggaran HAM, dengan melakukan penyekapan terhadap J selama tiga hari, pada April 2022, saat dirinya baru bekerja kurang lebih setahun, seperti dilansir Antara.

J juga mengaku kerap mendapat perlakuan kekerasan seperti dipukul, dipecut dengan selang, hingga disundut rokok oleh pelaku. Aksi penganiayaan itu didapat J lantaran ia mengambil uang milik perusahaan Rp 13 juta dari pemain yang menang taruhan judi ke rekening pribadinya.

J mengaku nekat menggunakan uang perusahaan judi online tersebut guna mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Hal itu kemudian diketahui bosnya yang langsung memanggil J pada 12 April 2022 lalu.

"Memang awalnya saya dipanggil oleh atasan untuk dibawa ke ruang pertemuan untuk ditanya-tanya," ujar J, seperti dilansir Antara, Jumat (12/8/2022).

Hanya saja, kala itu J tidak langsung mengaku hingga akhirnya dia dibawa ke dalam ruangan kosong bekas tempat isolasi COVID-19. Disana, J kemudian dipukuli hingga dia mengakui perbuatannya.

"Saya diarak-arak lagi sama karyawan sana, diarak ke ruko kompleks itu dalam kondisi nggak pake baju, cuma celana dalam saja. Terus di leher digantungi tulisan 'Saya mengambil uang sekitar Rp 13 juta'," ungkap J.

Tak berhenti sampai disitu, J kemudian juga disekap selama tiga hari di sebuah ruangan kosong. J juga tak bisa menghubungi siapapun, lantaran poselnya disita oleh peruhsaan judi online tersebut.

Namun, penyekapan terhadap J diketahui oleh sang istri yang juga bekerja di area ruko yang sama dengan korban. Sang istri juga melihat langsung saat J diarak berkeliling oleh pelaku. Istri J kemudian memberi tahu keluarganya dan mendatangi kantor suaminya untuk bernegosiasi agar J dibebaskan.

Setelah melakukan negosiasiasi, J akhirnya dibebaskan usai keluarga memberikan uang jaminan Rp5 juta dan BPKB motor ke perusahaan judi online tersebut. Aksi penganiayaan yang menimpanya kemudian dilaporkan J ke pihak kepolisian.

"Saya luka-luka di bagian punggung, bagian paha memar-memar, dan saya masalah psikologi dan trauma saya di hari itu sampai sekarang. Sempat meriang sakit kepala, pusing, tidak bisa tidur," tuturnya.

Adapun Laporan J teregister dengan nomor LP/B/289/IV/2022/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 16 April 2022.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Penganiayaan Berita Kriminal Indonesia Judi Online Karyawan Judi Online Dianiaya

Berita Lainnya