Opini

Bangun Negeri Kurangi Subsidi

Indah Pratiwi - 08/09/2022 17:28
Oleh : Edy Masran

Kenaikan harga minyak dunia tak terbendung, APBN jika dipaksakan menutup subsidi BBM, pembangunan akan tersendat.


Subsidi BBM lebih banyak dinikmati orang kaya. Mobil baru roda 4 tidak banyak yang beli pertamax tapi menghisap pertalite.

Sepeda motor kena dampak capek ngantri di SPBU hanya untuk 1-4 liter pertalite, terpaksa beli bensin botolan Rp 10.000/liter.

Kalau mau menuruti harga minyak dunia, harusnya tidak akan mungkin bensin harganya dibawah 20.000/liter. Bisa dapat harga 10.000/liter saja itu sudah subsidi yang sangat berat bagi negara.

Era pemerintahan dulu negara mensubsidi BBM hingga 300 triliun/tahun, tidak banyak capaian pembangunan. BBM di daerah terpencil sangat mahal bisa 25.000-75.000/liter.

 

 

Sejak Jokowi menjadi presiden, subsidi komoditas dicabut, subsidi hanya untuk distribusi ke daerah terpencil. Di pedalaman dan pulau terluar harga bensin sama dengan di kota besar.

Sejak pernah Rusia Ukraina, tidak ada negara di dunia ini yang terbebas dari dampak kenaikan harga minyak dan gas. Subsidi BBM Indonesia melonjak jadi 500 triliun. Beban harus ditanggung bersama.

Kalau dulu rakyat mampu pertaruhkan nyawa untuk negara, kita saat ini cukup meringankan beban keuangan negara Dengan subsidi sedikit dikurangi. Jika tidak, semua APBN akan habis untuk subsidi BBM.

Pembangunan terhenti akan menjadi efek domino yang mengancam keutuhan dan kemajuan negara Indonesia. Masalah ini tanggung jawab kita bersama bukan hanya bebankan pada pemerintah.

Mari Berpikir Cerdas dengan Akal Sehat

Sumber : Status Facebook CatatanEmas EdyMasran

TAG TERKAIT :
BBM Kenaikan BBM Demo Tolak Kenaikan BBM

Berita Lainnya