Politik

Ini Penyebab Pelanggaran Netralitas ASN di Pemilu Meningkat

Lukman Salasi - 27/09/2022 13:02

BeritaCenter.COM - Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengungkap penyebab pelanggaran netralitas ASN meningkat dalam pemilu. Salah satu penyebab utamanya karena sosial media.

Hal ini disampaikan Rahmat Bagja dalam Rapat Koordinasi Bawaslu dan Kepala Daerah dalam Mewujudkan Netralitas ASN pada Pemilu 2024 di Ballroom Hotel Trans Resort, Bali, Selasa (27/9/2022).

"2020 kenapa pelanggaran peningkatan ASN besar? Karena sosmed yang jadi salah satu penyebab,” ujar Bagja. 

“Sudah saatnya bapak ibu sebagai pejabat pembina kepegawaian melakukan sosialisasi penggunaan medsos bagi ASN," sambungnya.

Bagja mengungkapkan pelanggaran netralitas ASN saat Pilkada lebih banyak dibandingkan Pemilu. Tercatat lebih dari 1.000 perkara yang ditangani Bawaslu saat penyelenggaraan Pilkada 2020.

"Kalau kita lihat pelanggaran netralitas Pilkada di ASN itu lebih dari 1.000 perkara, sedangkan di pemilu hanya 600 ke bawah. Dapat dibayangkan pilkada yang hanya 169 itu ada 1.000 perkara sedangkan pemilu nasional hanya ada 500 atau 600 perkara," ucap Bagja.

Hal inilah yang nantinya menjadi perhatian bersama. Apalagi nantinya penyelenggaraan Pilkada akan dilaksanakan usai pengucapan sumpah dan janji Presiden terpilih.

"Bulan depannya 27 November pilkada seluruh Indonesia dilaksanakan. Akan tetapi sekaligus bapak ibu ini adalah percobaan pertama untuk lajukan pilkada dalam satu hari pemugutan suaranya," ungkap Bagja.

"Ini yang perlu kita waspadai, kami perlu kerjasama pengampu kepegawaian ASN tanpa bantuan Bapak, Ibu tanpa lakukan sosialisasi tentu akan jadi masalah bagi kami ke depan. Hal terpenting ke depan adalah bagaimana kita lakukan pencegahan terhadap netralitas ASN di medsos," sambungnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Media Sosial Bawaslu RI Pemilu 2024 Netralitas ASN Pelanggaran Ketua Bawaslu Rahmat Bagja

Berita Lainnya