Politik

Guyonan Politik

Indah Pratiwi - 28/09/2022 20:05
Ditulis Oleh : Sunardian Wirodono

Setelah guyonan politik Dewan Kolonel dan Dewan Kopral, kini ada lagi guyonan ndesit. Ada video viral yang menggambarkan seorang lelaki dengan kaos oranye sedang menenggak Congyang. Oknum yang diduga Kades Saban, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah itu, mengatakan bahwa foto itu hanya guyonan. Akting, botol kosong.


Inilah negeri guyonan. Mungkin hakim agung yang ketangkep KPK pun, semula juga Cuma guyonan. Lukas Enembe juga Cuma guyonan. Penyelesaian kasus Sambo juga guyonan. BBM naik, juga guyonan. Copras-capres mungkin saja juga Cuma guyonan.

Bukankah kita bangsa dengan selera guyonan yang asyik punya? Bangsa yang lucu karena banyak pelawak jadi kaya? Tidak usah tersinggung jika lucu.Karena banyak manusia Indonesia yang tidak lucu tetapi kaya-raya. Namun senyampang itu, banyak pula manusia Indonesia yang lucu juga kaya-kaya pula. Yang miskin? Tentu saja yang tidak kaya.

Sudah dua kali dalam satu bulan ini, Presiden Jokowi menyampaikan pesan pesimistis. Tentang negara-negara di dunia yang bakal blangsak, dan tahun depan (2023) katanya bakal lebih gelap dan sulit. Penyebabnya konon perang Ukraina-Rusia yang tak berkesudahan. Satu jam pertemuannya dengan Volodymyr Zelensky dan dua setengah jam dengan Vladimir Putin, artinya tidak ngefek blas.

 

 

Tak ada hubungan dengan nyanyian Jaka Tingkir, yang tidak patut jika digambarkan ngombe dawet. Wali je, ngombe dawet. Padal isi syair lagu itu membakar optimisme kita. Mungkin kita memang lebih suka yang melow. Maka, aja dibanding-bandingke. Ndak lara ati. Kenapa lara ati? Karena kalau loro ati artinya mendua.

Optimislah. Meskipun kompor listrik bakal dibagi gratis untuk rakyat miskin, bijimana ngidupin kompor itu, yang daya catunya 1.000 watt? Sementara listrik di rumah Cuma 450 watt? Terus memangnya kalau mobil (berbensin) milik pejabat negara diganti mobil listrik, terjadi pengiritan uang negara? Biaya migrasi mobil itu gratisan? Meminjam istilah Menpan ARB, Abdullah Azar Anas, yang menanggapi para pegawai honorer bisa diangkat sebagai ASN tanpa test, “Lha, emang Negara Mbahe dewe?”

Lho, ‘kan emang negara mbah-mbah kita sendiri? Para leluhur kita sendiri! Sejak jaman Campa, Chochin China, Kamboja, dan Tiongkok Selatan, Proto Melayu, hingga kemudian muncul para pemimpin kayak Ken Arok, Brawijaya, Cut Nya’ Dhien, Kraeng Galesong, Panglima Pattimura, hingga kemudian para mbah-simbah bernama Sukarno dan Hatta, atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia?

Bukankah Republik Indonesia adalah negara kita sendiri? Bukan negaranya bangsa Arab? Bukan negara milik mbahnya orang Belanda? Kita juga bukan anggota persemakmuran Inggris. Atau jajahan Amerika dan China, meski keuangan kita mobat-mabit dihajar mereka. Akibat dollar AS naik hari-hari ini, rupiah keok terdepresiasi. Para eksportir pribumi mungkin senang, tapi emang kita punya barang yang diekspor sekarang ini? Para pengrajin kursi antik di Jepara pada gigit jari. Tak ada pesenan.

Jadi, pernyataan Presiden Jokowi dan MenpanARB itu, bisa dipastikan juga hanyalah guyonan. Sebagaimana guyonan GR ketika ke Sentul, kemudian bagi-bagi sepatu sneakers untuk yang bisa berkomentar lucu atas pertemuannya dengan RG. Ini soal dua huruf yang ditata berbalikan, GR dan RG. Beda dengan PM dan MP. Puan Maharani dan Masganjar Pranowo (uhuk, maksa).

Padal, banyak jalan keluar untuk bangsa yang tangguh seperti Indonesia ini. Presiden Jokowi jaman dulu kala, di tahun 2014, pernah menawarkan Nawacita. Sembilan Program Perubahan untuk Indonesia. Tapi sayangnya yang muncul malah Najwa Shihab, itu pun kini lagi berseteru dengan Polisi, gara-gara kasus Sambo yang entah kapan P21. Nunggu dia lepas dari jerat hukum ngkali!

Tak usah khawatir. Semua ini hanya guyonan politik. Jika pun Anda tak punya lahan di sekitar rumah, nanem sayur di pot-pot plastik juga bisa tetap panen. Masak sayur bayam dengan kayu sisa bangunan, juga tak kalah nikmatnya. Apalagi sayur bayam cukup dengan air dan sedikit irisan bawang putih, rasanya juga tak kalah sedap. Kita bukan negara miskin. Ini bukan guyonan. Sumpah. |

Sumber : Status Facebook Sunardian Wirodono III

TAG TERKAIT :
PDIP Capres 2024 Pilpres 2024 PDIP Pecah Capres PDIP Dewan Kolonel Dewan Kolonel VS Dewan Kopral Dewan Kopral

Berita Lainnya