Politik

Baru Bacapres Sudah Bilang Aset Mandek Karena Nggak Berkuasa, Kalau Berkuasa Bagaimana?

Indah Pratiwi - 23/09/2023 14:41

Apa-apaan ini? Jadi menurut Prabowo, menduduki jabatan presiden itu untuk menambah aset? Apa ini alasan sesungguhnya dia dengan dramatisnya “Minta izin pada rakyat untuk berkuasa demi kepentingan rakyat”? Lha, kalau yang dipentingkan adalah jumlah penambahan asetnya, ini tentu bukan “Berkuasa demi kepentingan rakyat” namanya. Lagipula, kalau demi rakyat, judulnya ya melayani, bukanlah berkuasa.

Melihat ini, seketika saya teringat pada alm. mertuanya, Pak Harto. Beliau lama sekali ‘berkuasa’, dan selama itu pula beliau menimbun berbagai aset dan menyiapkan berbagai aturan untuk memastikan timbunan aset itu aman di tangan keluarganya hingga beberapa generasi, atau setidaknya, sulit untuk ditarik kembali oleh negara.

Tentu hal ini harus menjadi renungan bagi seluruh rakyat yang semakin cerdas dan rasional: apa kita akan membiarkan seorang bacapres hasil didikan Cendana yang berkali-kali menunjukkan kepongahan karakternya, berkuasa di negeri yang berlandaskan hukum ini?

Negara kita memang masih banyak yang harus diperbaiki di bidang hukum, upaya yang terus berjalan walau terseok-seok karena banyaknya pihak yang lebih ingin hukum tetap carut-marut. Tapi apa kita mau menyerahkan negara yang hukumnya masih cenderung rapuh ini ke tangan seorang yang jelas-jelas memiliki kecenderungan melanggar peraturan demi kemauannya sendiri?

Saya nggak mau, apalagi setelah yang bersangkutan terang-terangan dengan enteng bilang asetnya mandek karena nggak berkuasa dua puluh tahun. Bagi saya, ini sudah menunjukkan betapa arogannya dia, dan betapa karakter asli, mau dipoles seperti apa pun, nggak akan pernah bisa berubah.

Hal yang juga diperlihatkannya ketika diminta bercermin oleh Najwa, dan dia hanya memandang dirinya beberapa detik, hormat kemudian mulai bercerita menghadap penonton. Dia sama sekali nggak mempedulikan Najwa yang memintanya bicara menghadap cermin.

Sebagai gantinya, selayaknya seorang yang ahli dalam mengalihkan isu, dia mulai bercerita membakar emosi dengan pengalamannya dengan para penjajah yang merendahkan bangsa Indonesia saat itu, dan bilang dia ingin bangsa ini dihormati.

Lupakah dia, bangsa ini sudah sangat dihormati ditangan Pak Jokowi? Bukankah setiap peristiwa yang mencoreng marwah bangsa ini justru dibuat oleh orang-orang yang dulu, bahkan mungkin masih hingga sekarang, berada dipihaknya? Dia ini memang selalu setia dengan taktik rampok rumah yang terbakar.

Dia bakar emosi orang, alihkan perhatiannya, dan rebut apa yang menjadi tujuannya. Ketika orang sadar, semua sudah terlambat, dan sulit membuktikan apa pun setelahnya, karena yang tersisa hanya kisah-kisah terlupakan dari para saksi yang beruntung tetap hidup. Yang hidup itu pun baru bisa bersyukur kalau tidak diacak-acak kredibilitasnya dengan berbagai macam manipulasi informasi.

TAG TERKAIT :
Prabowo Prabowo Subianto Prabowo Nafsu Berkuasa

Berita Lainnya