Entertainment

Akhir Pelarian Christoper Tersangka Penipu Jessica Iskandar Kini Resmi Ditahan

Aisyah Isyana - 22/11/2023 18:57

Beritacenter.COM - Pelarian tersangka penipuan sewa mobil mewah yang merugikan artis Jessica Iskandar, yakni Christoper Steffanus Budianto alias Steven, akhirnya berakhir pada penangkapannya di Bangkok, Thailand. Saat ini, Christoper telah dipulangkan ke Indonesia dan resmi ditahan terkait kasus tersebut.

"(Christoper) hari ini ditahan," kata Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Yuliansyah saat dihubungi, Rabu (22/11/2023).

Penangkapan terhadap Christoper merupakan hasil kerjasama police to police antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kepolisian Thailand (Royal Thai Police. Penangkapan dilakukan saat Christoper kedapatan tengah berjalan di trotoar di kawasan Bangkok.

Sementara disaat bersamaan, petugas yang telah membututinya langsung melakukan penyergapan. Setelah ditangkap, Christoper langsung dipulangkan ke Indonesia dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, serta langsung ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Jadi yang bersangkutan sedang melakukan kegiatan aktivitas biasa, berjalan di sore hari di pinggir jalan, suatu jalan protokol. Kemudian sudah diikuti oleh petugas, kemudian pukul 3 sore diamankan," terang Yuliansyah.

Lebih lanjut, Yuliansyah menyebut tak ada perlawanan yang dilakukan Christoper saat proses penangkapan dilakukan petugas. Kepada polisi, Christoper juga mengaku akan koorperatif dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Tidak ada perlawanan. Yang bersangkutan cukup koperatif, kami juga sempat melakukan interview awal, yang bersangkutan berjanji akan jujur akan menyatakan segala perbuatannya," jelasnya.

Untuk diketahui, kasus ioni bermula dari rencana bisnis penitipan mobil yang dilakukan Jessica Iskandar dengan terlapor CSB. Awalnya, Jessica menintipkan mobil kepada Christoper untuk kemudian nantinya disewakan.

"Berawal dari korban menitipkan mobil kepada Terlapor, yang di mana Terlapor menjanjikan mobil tersebut akan disewakan kepada orang lain," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Endra Zulpan, Kamis (14/7/2022).

Tak lama berselang, CSB kemudian menawarkan Jessica Iskandar bisnis sewa mobil. Dia lalu meminta sejumlah uang ke Jessica, untuk kemudian uangnya digunakan untuk membeli mobil. Jessica pun sepakat dan mengirimkan sejumlah uang ke CSB dengan nominal hampir Rp10 miliar.

"Korban memberikan uang kepada Terlapor Rp 9,8 miliar," ungkap Zulpan.

Sayangnya, apa yang telah dijanjikan CSB soal bisnis penyawaan mobil kemudian tak sesuai dengan kenyawataan. Jessica menilai terlapor tak beritikad baik dal menjelaskan soal nasib uang yang telah dikirimkannya.

"Korban juga mengetahui bahwa surat-surat dari mobil tersebut sudah tidak ada, lalu mobil juga ada yang sudah diambil orang lain," katanya.

Selanjutnya, Jessica Iskandar melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 15 Juni 2022 lalu. CSB dilaporkan terkait dugaan tindak pidana Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang Penipuan. Adapun laporan Jessica teregister dengan nomor LP/B/2947/VI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA. Saat ini, kasus itu ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kepada polisi, Jessica mengaku ada sejumlah mobil mewah miliknya dan sejumlah uang yang dibawa kabur oleh Christoper. Dimana nominalnya jika ditotalkan mencapai Rp 9,8 miliar.

"Total ada 11 mobil. Uangnya USD 30 ribu, ditotal Rp 9,8 M. Ada perjanjian masing-masing," jelas Jessica Iskandar.

Polda Metro Jaya kemudian menetapkan Christoper sebagai tersangka. Sejumlah upaya dilakukan Polda Metro Jaya untuk menangkap Christoper kala itu, tapi ia diketahui telah meninggalkan Indonesia sebelum dilaporkan oleh Jessica.

Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya melalui Divisi Hubinter Polri kemudian mengajukan red notice atas tersangka Christoper kepada Interpol. Christoper diketahui sempat kabur ke beberapa negara dan terakhir ia terdeteksi di Thailand.

TAG TERKAIT :
Penipuan Penggelapan Jessica iskandar Christoper Steffanus Budianto Christoper Penipu Jessica Iskandar

Berita Lainnya