Opini

Angwar Sanusi : Prabowo, Pemburu Kekuasaan Sejati

Indah Pratiwi - 23/11/2023 22:30

Saya paling seneng kalau lihat Prabowo berdoa di muka umum. Aksinya benar-benar teatrikal, dengan tangan menengadah ke atas dan mulut lantang menggelegar: “Ya Tuhan, sebelum Kau panggil aku, berikan kesempatan (jadi presiden), agar bisa memberi makan seluruh anak Indonesia.”

Di banyak kesempatan Prabowo memang sering banget berdoa seperti itu, atau mirip-mirip semacam itu. Saya cuma membatin; hebat bener orang ini bisa bernegosiasi dengan Tuhan. Jangan-jangan dia juga sudah mencatat kapan hari kematiannya sendiri akan tiba.

Ya, semua tahu, setiap orang sudah pasti akan menua lalu mati. Dan itu sekedar masalah teknis kehidupan. Agama memandangnya sebagai takdir yang menimpa setiap orang dan kelak di akhirat kita diminta mempertanggungjawabkan apa yang pernah dilakukan di dunia.

Namun ternyata tidak bagi Prabowo. Ia menjadikan kematian sebagai komoditas politik untuk meraup suara. Ia menjual kematian untuk mendatangkan rasa iba, agar orang lain kasihan padanya dan lalu memilihnya. Itulah tujuan utama Prabowo sehingga dengan lantang dan berteriak-teriak memanjatkan doa di muka umum.

Aku memang kasihan dengan Prabowo. Bukan karena ia sudah tua, tapi aku kasihan karena sebagai calon presiden ia tidak percaya diri untuk bertarung secara gagasan, visi misi, sehingga kematian pun buat dagangan.

Dari sana aku jadi semakin tersadar: ambisi Prabowo ternyata memang sangat menggebu-gebu untuk meraih kekuasaan, sampai-sampai apapun caranya bakal dilakukan. Mengumbar janji tak masuk akal, hingga menjual rasa iba.


Prabowo pernah berada dalam kekuasaan Orde Baru. Menikmati manisnya kekuasaan yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan ia mengaku, sejak Orde Baru tumbang, bisnisnya banyak yang terbengkalai. Banyak asetnya mandek. Karena alasan itulah ia mengaku ingin berkuasa untuk mengembalikan masa jayanya. Sampai berkali-kali nyalon pun bakal dilakukannya.

Pantas saja Gerindra tidak pernah melahirkan calon-calon pemimpin muda hebat. Saluran itu rupanya memang sengaja disumbat Prabowo karena ia takut tersaingi. Coba sebutkan tiga saja pemimpin yang menonjol dari Gerindra, saya yakin anda bingung jawabnya.

Prabowo itu menteri lho. Jabatan yang sebenarnya bagus dan mentereng. Tapi ternyata dia tidak mampu membuktikan kinerjanya. Yang ada kita justru disodori banyak cerita kegagalan, antara lain food estate yang sudah menghabiskan anggaran triliunan rupiah. Proyek itu mangkrak, dan tidak ada pertanggungjawaban kenapa bisa begitu.


Belum lagi jika kita mau melihat masa lalu Prabowo yang sangat kelam, menculik aktivis sampai-sampai dia dipecat dari tentara. Kalau tidak bersalah, kenapa dia dipecat?

Seseorang dipercaya sebagai pemimpin karena jejak baik atas kinerja dan pengalamannya sendiri, karena jati dirinya sendiri. Bukan mengandalkan nama besar orang lain, apalagi sampai menjual rasa iba hanya karena sudah lansia. Aku lama mencari, kriteria pemimpin sejati memang tidak pernah ada dalam diri Prabowo, yang ada adalah pemburu kekuasaan sejati.

Sumber : Status Facebook Angwar Sanusi

TAG TERKAIT :
Prabowo Prabowo Subianto

Berita Lainnya