Politik

Ario Subagyo : GIBRAN TAKUT DATANG DI ACARA DEBAT KARENA SADAR KUALITAS DIA MEMANG BELUM MAMPU

Indah Pratiwi - 27/11/2023 23:05

Dalam setiap penyelenggaraan pilpres, selalu ada banyak cerita menarik dan layak menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah tentang kualitas dan kapasitas dari setiap pasangan capres dan cawapres. Salah satu tempat yang paling tepat untuk menguji kelayakan dari seorang pasangan capres dan cawapres adalah ruang debat.

Karena disanalah publik bisa tahu dan menilai kemampuan serta pemahaman dia soal masalah negara. Yang sesuai dengan masalah yang dihadapi bangsa ini kedepan. Memang dalam aturan yang dibuat oleh KPU, memang ada 5 kali debat capres dan cawapres. Hanya saja debat yang diselenggarakan akademisi juga layak diikuti, karena itu juga bagian mengenalkan visi dan misi.

Namun jika melihat keikutsertaan para pasangan capres dan cawapres. Bisa dikatakan hanya pasangan no 1 dan 3 yang paling sering bisa hadir dalam setiap undangan. Kalaupun ada yang berbenturan dengan pekerjaan dia sebagai kepala daerah dan menteri aktif, hal itu juga bukan merupakan satu alasan. Karena banyak acara debat diadakan pada hari weekend.

Kalaupun diadakan pada saat jam kerja, juga bukan suatu alasan untuk tidak hadir. Karena bagi peserta yang ikut ajang pilpres kali ini, ada kompensasi bagi pejabat yang masih aktif itu. Jadi jika sudah ada banyak keringanan dan keleluasaan bagi para peserta pilpres, seharusnya pejabat itu wajib dan bisa datang. Kalaupun masih berhalangan, justru masih bisa mengatur jadwal ulang.

Hal ini yang tidak terjadi pada pasangan capres dan cawapres no urut 2. Berapa kali undangan untuk datang dalam acara debat dan adu gagasan, sering sekali tidak bisa hadir. Publik jadi semakin bertanya-tanya, apakah niat pasangan ini ikut serta dalam kontestasi pilpres ini serius. Atau memang pasangan ini takut jika nantinya ada pertanyaan tajam yang mengarah pada mereka.

Memang dari segi kualitas dan kemampuan, banyak publik yang tidak yakin jika pasangan ini percaya diri untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan moderator atau panelis. Apalagi majunya pasangan ini pada pilpres sekarang juga mengundang kontroversi. Sehingga bisa jadi ada yang mereka takutkan jika nantinya salah ucap, justru bisa menurunkan elektabilitas mereka.

Tapi sesungguhnya apa yang ditampilkan oleh pasangan no 2 ini bisa membukakan mata kita. Terutama tentang kapasitas dan kualitas dari tiap pasangan. Publik pun jadi paham bahwa memang pasangan no 2 sangat kurang siap dan bisa untuk memimpin Indonesia. Masyarakat juga tidak ingin membeli kucing dalam karung, karena resiko jika salah pilih pemimpin masa depan bangsa ini yang jadi pertaruhan.

 

TAG TERKAIT :
Gibran Gibran Haus Kekuasaan Keluarga Jokowi Haus Kekuasaan Gibran Kebelet Jadi Cawapres Gibran Rakus Kekuasaan

Berita Lainnya