Politik

Rika Sudjiman : Bergerak dari Desa, Ganjar Angkat Tinggi-tinggi Impian Anak Indonesia

Indah Pratiwi - 01/12/2023 18:17

Jauh sebelum kota menjadi "versus everybody", desa adalah tempat harapan disandarkan. Kota tumbuh dan mekar, sedangkan akarnya menjalar di desa-desa. Sampai sekarang, kebutuhan pangan orang-orang kota, semuanya ditopang oleh petani di desa. Iwan Fals dengan penuh penghayatan pernah mengingatkan kita lewat nyanyiannya, "desa dan kota tak terpisahkan tapi desa harus diutamakan".

Di tahun politik seperti sekarang ini, tidak banyak calon pemimpin yang punya keberpihakan semacam itu. Hanya ia yang benar-benar lahir dan tumbuh besar di desalah yang paham. Itulah yang dengan jelas bisa kita lihat pada sosok @ganjarpranowo. Hari pertama jadwal kampanye resmi, Ganjar justru memutuskan untuk memulai kunjungan ke Papua, ke sebuah desa kecil di Merauke.

Sebenarnya kalau sekadar cari muka, Ganjar bisa saja memulai kampanye dari ibukota atau kota-kota besar saja. Akses kendaraan lebih mudah, dan gampang pula mengumpulkan massa untuk berkumpul. Lebih banyak pula kamera-kamera yang akan tertuju kepadanya. Tapi cara pikir Ganjar tidak semacam itu. Memutuskan datang ke Merauke adalah cara Ganjar melihat secara nyata kondisi Indonesia. Melihat Indonesia dalam lanskap geopolitik yang lebih berkeadilan.

Ganjar punya pengalaman pedih hidup di desa yang miskin, dan ia tak mau penderitaannya itu dirasakan pula oleh anak-anak zaman sekarang. Ganjar benar-benar tidak ingin melihat desa sebagai penerima remah-remah pembangunan, sisa-sisa keserakahan orang kota. Indonesia bukan kota, Indonesia juga bukan urusan ibukota belaka. Sungguh celaka mengambil kebijakan jika hanya melihat ibukota saja.

Dan terbuktilah keputusan Ganjar itu. Di Merauke ia melihat fakta-fakta. Tentang pembangunan yang belum adil dan merata, tentang cita-cita anak Papua yang harus lebih didengar, lagi dan lagi. Adalah Abraham dan Andro, dua bocah Papua yang Ganjar temui saat bersantap bubur ayam bersama di sana. "Sa ingin jadi sarjana biar bisa bantu-bantu mama," katanya. Keinginan itu nampak sederhana bagi kita di kota, tetapi begitu tinggi bagi dua anak itu.

Ganjar terdiam sejenak menyimak pengakuan itu. Sudah benar, ya, sudah benar program Satu Keluarga Satu Sarjana yang Ganjar gagas. Begitu banyak bocah-bocah kurang mendapat perhatian di desa-desa terpinggir di Papua. Sudah saatnya anggaran pendidikan lebih terserap ke program-program kongkrit yang berpihak ke rakyat-rakyat di desa terpinggir, terdalam, dan terluar.

Membangun Papua tidak bisa hanya menggelar jalanan aspal, tetapi juga memberi akses pendidikan kepada mereka. Membukakan jalan bagi Andro dan Abraham serta anak-anak Papua lainnya untuk mewujudkan cita-cita mereka. Membangun Indonesia maju harus dimulai dari desa, dari anak-anak desa yang mimpinya bersinar tinggi di langit. Itulahh komitmen Ganjar untuk gerakan nyata membangun Indonesia maju.

TAG TERKAIT :
Ganjar Pranowo Ganjar Capres Wong Cilik Ganjar Capres Dekat Dengan Rakyat Ganjar Capres Sederhana Ganjar Capres Merakyat Ganjar Capres Bersih

Berita Lainnya