Nasional

Layak Di Pecat Dari Istana, inilah Deretan KESALAHAN FATAL PRABOWO

Indah Pratiwi - 26/04/2021 10:13

Layak Di Pecat Dari Istana, inilah Deretan KESALAHAN FATAL PRABOWO

Ketika Jokowi memutuskan menggabungkan Kemendikbud dan Kemenristek, serta menciptakan Kementerian Investasi, wacana reshuffle kembali menguat.

Beberapa menteri mencoba memperkuat diri mengamankan posisi Beberapa nama yg disinyalir layak direshuflle, salah satunya Nadiem Makarim.

beberapa kejadian akhir-akhir ini juga layak menjadi pertimbangan, untuk benar-benar menendang Prabowo dari jabatan menhan.

Lantas Kejadian-kejadian apa saja sehingga Menhan Prabowo harus ditendang dari Kabinet indonesia Maju, berikut penjelesanya.

Pertama, Prabowo telah memaksakan kehendak agar orang-orangnya masuk menjadi dewan direksi BUMN. Awalnya Kementerian BUMN menolak nama-nama yang diajukan oleh Prabowo sampai akhirnya membuat Prabowo marah. Setelah bersitegang, akhirnya caleg PKS yang bernama Kuntjoro Pinardi, dilantik sebagai Direktur Pemeliharaan dan perbaikan PT PAL Indonesia berkat jasa Prabowo.

Perilaku Prabowo yang marah-marah agar orang-orangnya masuk ke dalam dewan direksi BUMN tentu tidak baik dan sangat berbahaya. Seorang presiden saja tidak boleh bertindak seperti itu, apalagi hanya seorang menteri.

Masuknya orang PKS ke dalam dewan direksi BUMN juga mencederai asas demokrasi. Sebab, PKS bukanlah partai pendukung pemerintah. Saya berharap hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi Jokowi untuk mencopot Prabowo dari jabatan Menhan.

Kedua, Prabowo membentuk pasukan khusus. Diberitakan bahwa menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, disebutkan membentuk satuan khusus bernama Detasemen Pengawal Khusus atau Denwalsus.

Denwalsus memiliki tugas di bidang pengawalan dan pengamanan. Di antaranya menjaga kemanan markas Kementerian Pertahanan Prabowo, tamu-tamu khusus Kementerian Pertahanan dan tugas penting lainnya.

Pembentukan pasukan khusus ini tentu patut dicurigai. Seorang presiden saja hanya punya paspampres, tidak punya pasukan khusus yang dibentuk oleh Prabowo. Jangan sampai pembentukan pasukan khusus ini hanya dalih bagi Prabowo untuk menyusun kekuatan, menciptakan pasukan yang lebih loyal kepada dirinya dibanding presiden.

Posisi Prabowo di menhan juga cukup berbahaya. Sebab, seandainya sebuah negara terjadi kekosongan pemimpin (presiden dan wakil presiden), maka yang bertugas menjalankan roda pemerintahan adalah Menteri Pertahanan. Sangat berbahaya menteri pertahanan diisi oleh mantan rival, lebih-lebih sudah membentuk pasukan khusus. Oleh sebab itu, saya berharap hal ini juga menjadi pertimbangan bagi Jokowi untuk mencopot Prabowo.

Ketiga, hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 saat melakukan latihan di perairan utara Bali, yang sekarang telah dinyatakan tenggelam oleh TNI.


Video Lainnya